IHSG Dibuka Menguat Tipis Saat Bursa Asia Jatuh
Rabu, 06 Desember 2017 - 09:31 WIB
IHSG Dibuka Menguat Tipis Saat Bursa Asia Jatuh
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka menguat tipis untuk melanjutkan tren positif sejak kemarin. Bursa saham dalam negeri pagi ini menguat 2,067 poin atau setara 0,034% ke posisi 6.002.
Sementara, pada perdagangan sebelumnya, IHSG lebih tinggi ke level 6.000,47 dengan tambahan 2,28 poin atau 0,04%. Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur hijau dipimpin kenaikan tertinggi sektor consumer 0,92% diikuti manufaktur 0,80% dan sektor dengan pelemahan terdalam yakni infrastruktur 0.62%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp157 miliar dengan 230 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp64,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,50 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,57 triliun. Tercatat 121 saham naik, 102 saham turun dan 230 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.175 menjadi Rp81.475, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp400 menjadi Rp10.175 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meningkat Rp100 ke posisi Rp8.550.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) melemah Rp170 menjadi Rp3.620, PT Electronic City Indonesia Tbk. (ECII) turun Rp105 menjadi Rp610 serta PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menyusut Rp84 menjadi Rp256.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (6/12/2017) bursa saham Asia jatuh untuk mengiringi penurunan pasar saham AS di awal perdagangan hari ini, setelah indeks S & P 500 memposting pelemahan tiga hari beruntun sejak Agustus. Tercatat bursa saham Australia menyusut 0,24% terseret kejatuhan sektor materials dan energi yang masing-masing turun 1,25% dan 1,01%.
Nama-nama besar perusahaan tambang terlihat mendatar di antara saham Rio Tinto ambruk 1,88%, Fortescue Metal menurun 0,54% dan BHP kehilangan 1,68%. Pelemahan juga terjadi pada indeks Nikkei Jepang sebesar 0,78% sementara indeks Topix turun 0,43%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi jatuh 0,32%. Sedangkan index Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan flat. Daratan Cina pasar bergerak mixed saat komposit Shanghai jatuh 0,43% dan komposit Shenzhen mendapatkan tambahan 0,19.
Sementara, pada perdagangan sebelumnya, IHSG lebih tinggi ke level 6.000,47 dengan tambahan 2,28 poin atau 0,04%. Sektor saham dalam negeri mayoritas berada di jalur hijau dipimpin kenaikan tertinggi sektor consumer 0,92% diikuti manufaktur 0,80% dan sektor dengan pelemahan terdalam yakni infrastruktur 0.62%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp157 miliar dengan 230 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing Rp64,27 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,50 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,57 triliun. Tercatat 121 saham naik, 102 saham turun dan 230 saham stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp1.175 menjadi Rp81.475, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp400 menjadi Rp10.175 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) meningkat Rp100 ke posisi Rp8.550.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) melemah Rp170 menjadi Rp3.620, PT Electronic City Indonesia Tbk. (ECII) turun Rp105 menjadi Rp610 serta PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) menyusut Rp84 menjadi Rp256.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (6/12/2017) bursa saham Asia jatuh untuk mengiringi penurunan pasar saham AS di awal perdagangan hari ini, setelah indeks S & P 500 memposting pelemahan tiga hari beruntun sejak Agustus. Tercatat bursa saham Australia menyusut 0,24% terseret kejatuhan sektor materials dan energi yang masing-masing turun 1,25% dan 1,01%.
Nama-nama besar perusahaan tambang terlihat mendatar di antara saham Rio Tinto ambruk 1,88%, Fortescue Metal menurun 0,54% dan BHP kehilangan 1,68%. Pelemahan juga terjadi pada indeks Nikkei Jepang sebesar 0,78% sementara indeks Topix turun 0,43%.
Di seberang Selat Korea, indeks Kospi jatuh 0,32%. Sedangkan index Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan flat. Daratan Cina pasar bergerak mixed saat komposit Shanghai jatuh 0,43% dan komposit Shenzhen mendapatkan tambahan 0,19.
(akr)
Lihat Juga :