Pembentukan Holding BUMN Pertambangan Cegah Penguasaan Asing

Kamis, 07 Desember 2017 - 05:07 WIB
Pembentukan Holding...
Pembentukan Holding BUMN Pertambangan Cegah Penguasaan Asing
A A A
JAKARTA - Mandat utama pembentukan holding BUMN Industri Pertambangan adalah penguasaan dan pengelolaan BUMN terhadap sumber daya mineral (SDM) di Indonesia, sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945. Ketakutan banyak pihak bahwa holding BUMN Tambang akan dijual ke pihak asing sangat tidak beralasan.

Direktur Utama PT Inalum (Persero), Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa tujuan pembentukan holding BUMN Industri Pertambangan bukan untuk menjual BUMN dan sebaliknya justru mempersulit penjualaan BUMN.

"Ini komunikasinya yang perlu disampaikan kepada DPR. Kenapa holding dibentuk? Untuk mengembalikan second largest coper mining dan the first largest gold mining di dunia (Freeport) ke negara. Kenapa kami mau ini? Karena sudah saatnya setelah 50 tahun. Kita harus bawa Papua kembali ke Ibu Pertiwi. Pembentukan ini sebenarnya arahnya ke sana, divestasi itu. Saya tidak bisa bicara banyak soal ini karena proses masih berlangsung," jelas Budi dalam diskusi Jangan Jual BUMN, Rabu (6/12/2017).

Mandat utama pembentukan holding ini, kata Budi, sangat tidak neolib dan mendukung demokrasi kerakyatan. "Kami marwahnya dibentuk itu untuk demokrasi ekonomi, ekonomi kerakyatan. Justru ini kebablasan, kok (Freeport) sampai dikuasai asing. Harta ini milik seluruh rakyat Indonesia. Kami hanya pegawai dan pemiliknya rakyat. Ini demokrasi kerakyatan. Selama ini persepsi yang muncul berbeda, makanya kita perlu komunikasi," jelas Budi.

Sementara itu, menanggapi kekhawatiran bahwa DPR akan kehilangan tugas melakukan pengawasan terhadap tiga BUMN anggota holding, hal itu dibantah oleh pemerintah.

"Kehadiran saham seri A dwi warna pada tiga perusahaan anggota holding BUMN Industri Pertambangan membuktikan bahwa tiga perusahaan BUMN ini tetap milik negara. Jika ada penjualan atau pelepasan aset, tentu harus lewat DPR. Jadi ini tidak melepaskan pengawasan dari DPR," jelas Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN.

BUMN, lanjut Harry, adalah milik rakyat sehingga akan mengutamakan kepentingan rakyat. Ia meminta agar DPR, khususnya Komisi VI, tetap melaksanakan tugas pengawasan sehingga dapat mengetahui seberapa sehat atau tidaknya perusahaan-perusahaan BUMN tersebut.

Anggota Komisi VI DPR Adang Daradjatun mengapresiasi ketegasan Inalum sebagai induk perusahaan holding tentang komitmen untuk tidak menjual BUMN anggota holding. Pada awal diskusi, Adang memberikan rekomendasi untuk menolak kehadiran holding BUMN Industri Pertambangan.

"Saat saya rekomendasikan untuk menolak holding ini, saya langsung direspons cepat oleh Pak Budi bahwa BUMN anggota holding tidak akan dijual. Ini luar biasa, ini janji ya. Mari kita kawal dan dukung bersama," kata Adang.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Perjuangan Warga Lubuk...
Perjuangan Warga Lubuk Cuik Menjaga Pedasnya Komoditas Cabai Sumatera Utara
Program Babe Lucu dari...
Program Babe Lucu dari Holding BUMN Pertambangan Mampu Dongkrak Ekonomi Warga
Holding Ultra Mikro...
Holding Ultra Mikro Mandek, Ini Penjelasan Kementerian BUMN
Bentuk Holding Ultra...
Bentuk Holding Ultra Mikro Tanpa Otak-atik DPR, Tanri Abeng: Pemerintah Perlu Terbitkan PP
Erick Thohir Pastikan...
Erick Thohir Pastikan Pendirian Holding BUMN Tetap Berjalan
Kabar Terbaru Holding...
Kabar Terbaru Holding BUMN Pangan: Panitia Antar Kementerian Dibentuk Erick
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
35 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
59 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
26 Miliarder Gagal Cegah...
26 Miliarder Gagal Cegah Zohran Mamdani Jadi Wali Kota Muslim New York
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved