Pembiayaan LRT dari Kombinasi APBN dan Komersial

Sabtu, 09 Desember 2017 - 18:16 WIB
Pembiayaan LRT dari...
Pembiayaan LRT dari Kombinasi APBN dan Komersial
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan, tidak ada perubahan berarti dalam proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta ringan yang saat ini dilakukan oleh BUMN. Namun, nantinya tidak tertutup kemungkinan akan adanya kerja sama dengan badan pembiayaan lainnya.

"Struktur pembiayaan LRT Jabodebek yang totalnya Rp29,9 triliun dengan menggunakan struktur sesuai Perpres 49/2017 yang menyebutkan BUMN dalam hal ini PT KAI dan Adhi Karya adalah penyelenggara prasarana dan sarana LRT, yang juga berperan sebagai investor utama dari proyek ini," katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, PT KAI menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,6 triliun, Adhi Karya menerima PMN Rp1,4 triliun dengan jaminan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah mendukung melalui bantuan dan subsidi dalam pengoperasiannya. Sehingga, harga tiket LRT ini terjangkau.

Dia mengatakan, Adhi Karya dan KAI akan melakukan kerja sama terkait dengan pemanfaatan prasarana yang dibangun Adhi Karya secara langsung tanpa membentuk joint venture dengan tetap memegang azas yang adil dan transparan.

"Kita ingin semua dilaksanakan secara transparan. Saya harap semua harus mengawasi proyek ini termasuk media," ujar Luhut.

Perhitungan pembagian keuntungan untuk proyek Transit Oriented Development (TOD) yang diinisiasi Adhi Karya kepada KAI harus dilakukan secara adil dan transparan. Saat ini proyeksi pendapatan TOD sedang dalam kajian yang diharapkan dapat memberikan laporan pada bulan ini.

Untuk TOD lain yang diinisiasi pihak lain, diharapkan bisa memberikan kontribusi keuntungan kepada KAI. Pemerintah akan mengeluarkan regulasinya.

Penyelesaian pembiayaan, kata dia, diharapkan dapat dilakukan secara tepat waktu pada Desember 2017. "Financial closing tetap diharapkan sesuai rencana pada 21 bulan ini dan pencairan pendanaannya pada Januari 2018," kata Luhut.

Proyek LRT yang diharapkan dapat membantu memecahkan masalah kemacetan lalu lintas ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2019. Jalur utamanya Cibubur-Cawang-Kuningan-Dukuh Atas dan Bekasi Timur-Cawang.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Groundbreaking Paling Lambat Awal Oktober 2023
LRT Jakarta Gunakan...
LRT Jakarta Gunakan Sinar Ultraviolet untuk Cegah Covid-19
Ragam Respons Kenaikan...
Ragam Respons Kenaikan Tarif LRT Jabodebek: Berat sih Kalau Naik 100%
LRT Jabodebek Tambah...
LRT Jabodebek Tambah Jadwal Perjalanan Akhir Pekan Ini, dari 158 Jadi 202
Profil Dirut LRT Jakarta...
Profil Dirut LRT Jakarta Hendri Saputra, Sosok yang Memonitoring Sejumlah Megaproyek di DKI
LRT Jabodebek Telah...
LRT Jabodebek Telah Layani 8,1 Juta Pengguna Sejak Awal Operasi Agustus 2023
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
18 menit yang lalu
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
1 jam yang lalu
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
1 jam yang lalu
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
2 jam yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
2 jam yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved