Kemenperin Jodohkan 70 IKM Komponen Automotif dan Pemasok APM
Senin, 11 Desember 2017 - 21:02 WIB
Kemenperin Jodohkan 70 IKM Komponen Automotif dan Pemasok APM
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi sebanyak 70 industri kecil dan menengah (IKM) komponen automotif yang berasal dari beberapa sentra di Pulau Jawa untuk bekerja sama dengan 30 pemasok Agen Pemegang Merek (APM). Upaya ini bertujuan agar IKM dan industri besar bisa saling bersinergi sehingga menguntungkan kedua belah pihak.
“Dalam kemitraan ini, IKM dapat memperoleh kepastian pasar dan pasokan bahan baku serta mendorong IKM melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas, sistem manajemen, peningkatan SDM, akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lainya sehingga lebih berdaya saing,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui siaran pers, Senin (11/12/2017).
Menurut Airlangga, perkembangan industri automotif di Indonesia saat ini positif. Hal ini terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk kendaraan roda empat, di mana penjualan mobil sepanjang Januari-Agustus 2017 mencapai 715.291 unit. Capaian ini meningkat 3,6% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 690.200 unit. Selain itu, menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional pada September 2017 sebesar 546.607 unit atau relatif stabil dengan tahun sebelumnya.
Strategi kemitraan, kata Menperin, merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM mandiri. Saat ini terdapat 416 sentra IKM komponen otomotif yang tersebar di Kabupaten Tegal, Kab. Klaten, Kab. Purbalingga, Kab. Sidoarjo, Kab. Juwana, Kab. Pasuruan, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung. Selanjutnya, sekitar 123 IKM tergabung dalam Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).
Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengatakan, IKM komponen automotif merupakan salah satu mata rantai dalam siklus bisnis industri kendaraan di Indonesia. Sinergi yang baik antara industri besar dengan IKM komponen automotif akan mendorong pula pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke-70 IKM komponen automotif yang ikut serta dalam kegiatan link and match ini berasal dari sentra-sentra IKM logam di Kabupaten Klaten, Tegal, Purbalingga, Sidoarjo, Pasuruan, Jabodetabek serta IKM yang tergabung dalam PIKKO dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).
Sementara pemasok APM yang diundang dalam acara ini antara lain PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Astra Daihatsu Motor, dan Astra Honda Motor yang pada kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan produk-produk komponen automotif yang potensial untuk disuplai oleh IKM.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kemenperin Endang Suwartini berharap terjalinnya komunikasi antara pelaku usaha IKM dengan pemasok APM melalui kegiatan ini membuka akses pasar bagi produk IKM di industri automotif dalam negeri. Selain itu, juga menjadi sarana pertukaran informasi mengenai teknologi permesinan, peningkatan kemampuan SDM, manajemen mutu maupun peluang pasar.
“Dalam kemitraan ini, IKM dapat memperoleh kepastian pasar dan pasokan bahan baku serta mendorong IKM melakukan perbaikan kualitas dan kuantitas, sistem manajemen, peningkatan SDM, akses informasi, teknologi, perizinan dan hal lainya sehingga lebih berdaya saing,” papar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melalui siaran pers, Senin (11/12/2017).
Menurut Airlangga, perkembangan industri automotif di Indonesia saat ini positif. Hal ini terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk kendaraan roda empat, di mana penjualan mobil sepanjang Januari-Agustus 2017 mencapai 715.291 unit. Capaian ini meningkat 3,6% dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 690.200 unit. Selain itu, menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor nasional pada September 2017 sebesar 546.607 unit atau relatif stabil dengan tahun sebelumnya.
Strategi kemitraan, kata Menperin, merupakan salah satu upaya yang paling efektif untuk membangun IKM mandiri. Saat ini terdapat 416 sentra IKM komponen otomotif yang tersebar di Kabupaten Tegal, Kab. Klaten, Kab. Purbalingga, Kab. Sidoarjo, Kab. Juwana, Kab. Pasuruan, Kabupaten Sukabumi, dan Bandung. Selanjutnya, sekitar 123 IKM tergabung dalam Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).
Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengatakan, IKM komponen automotif merupakan salah satu mata rantai dalam siklus bisnis industri kendaraan di Indonesia. Sinergi yang baik antara industri besar dengan IKM komponen automotif akan mendorong pula pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke-70 IKM komponen automotif yang ikut serta dalam kegiatan link and match ini berasal dari sentra-sentra IKM logam di Kabupaten Klaten, Tegal, Purbalingga, Sidoarjo, Pasuruan, Jabodetabek serta IKM yang tergabung dalam PIKKO dan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).
Sementara pemasok APM yang diundang dalam acara ini antara lain PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Astra Daihatsu Motor, dan Astra Honda Motor yang pada kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan produk-produk komponen automotif yang potensial untuk disuplai oleh IKM.
Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika dan Alat Angkut Kemenperin Endang Suwartini berharap terjalinnya komunikasi antara pelaku usaha IKM dengan pemasok APM melalui kegiatan ini membuka akses pasar bagi produk IKM di industri automotif dalam negeri. Selain itu, juga menjadi sarana pertukaran informasi mengenai teknologi permesinan, peningkatan kemampuan SDM, manajemen mutu maupun peluang pasar.
(fjo)
Lihat Juga :