Ketersediaan Pangan Jelang Natal-Tahun Baru di Medan Aman
Rabu, 13 Desember 2017 - 10:53 WIB
Ketersediaan Pangan Jelang Natal-Tahun Baru di Medan Aman
A
A
A
MEDAN - Dalam rangka pemantauan ketersediaan dan pengendalian harga pangan menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggelar rakor pangan di Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, kemarin.
Rakor dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan, wakil dari Bulog, Satgas Pangan, KPPU, para Kepala Dinas baik provinsi maupun kabupaten di Sumut, serta stakeholder terkait.
Dalam paparannya, Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengatakan, secara umum ketersediaan komoditas pangan pokok/strategis nasional seperti beras, jagung, minyak goreng, bawang merah, cabai (besar dan rawit), daging dan telur ayam ras surplus sehingga aman. Namun terdapat dua komoditas yang ketersediaan produksinya masih defisit, yaitu kedelai dan daging sapi, sehingga dipenuhi dari impor.
Ketersediaan produksi gula pasir defisit, namun masih bisa dipenuhi dari carry over produksi bulan sebelumnya (surplus). Sehingga selama HBKN Natal-Tahun Baru diprediksi aman.
Menurutnya, kekurangan daging sapi sudah diantisipasi dengan penyediaan daging sapi/kerbau sekitar 70,66 ribu ton, terdiri dari sapi siap potong lokal 173,99 ribu ekor setara 29,60 ribu ton, sapi siap potong eks-impor 55,29 ribu ekor setara 11,0 ribu ton, stok daging sapi di 57 gudang importir 11,25 ribu ton, stok daging kerbau di Bulog sebanyak 18,81 ribu ton.
"Dengan total kebutuhan bulan Desember sekitar 50,5 ribu ton, maka masih terdapat surplus sekitar 20,18 ribu ton," kata Agung.
Sementara, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kemendag, Kasan mengatakan, perlunya melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga pangan, serta hambatan distribusi dan jumlah stok.
"Kita juga perlu memastikan bahwa pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang," ujar Kasan.
Untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat, Ketua Satgas Pangan menghimbau agar para pedagang tidak melakukan penimbunan.
"Saya mengimbau kepada pengusaha bahan pangan, agar tidak melakukan penimbunan. Stok barang yang masih ada di gudang, minimal 50% dikeluarkan ke pasar untuk disalurkan kepada distributor dan pengecer, sehingga harga bisa dikendalikan," kata Togar Panjaitan, dari Satgas Pangan.
Berdasarkan data Bulog, stok delapan komoditas Bulog yang dikelola aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Khusus untuk komoditas beras Bulog bahkan memiliki stok sebanyak 1,1 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, setidaknya untuk sekitar 5 bulan ke depan.
Adapun, stok Bulog untuk komoditas lainnya yaitu gula pasir sebanyak 413,34 ribu ton, jagung sebanyak 29,35 ribu ton, daging sapi 18 ton, daging kerbau 17,77 ribu ton, bawang merah 30 ton, bawang putih 293 ton, dan minyak goreng 1,18 juta liter.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pangan Sumatera Utara, hasil monitoring ketersediaan bahan pangan di Sumatera Utara menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru juga sebagian besar aman. Contohnya beras surplus 1,04 juta ton, jagung surplus 19,49 ribu ton, kedelai surplus 3,71 ribu ton, cabai merah surplus 66,98 ribu ton, daging sapi surplus 830 ton, daging ayam ras surplus 8,68 ribu ton.
Namun demikian, khusus untuk bawang merah masih terjadi defisit sekitar 403,68 ribu ton sehingga perlu diperhatikan suplai atau pasokan ke konsumen tidak terganggu.
Berdasarkan pantauan kementan melalui kegiatan Panel Harga Pangan, kondisi harga pangan di Sumatera Utara sepanjang tahun 2017 sangat stabil (cv < 5%), kecuali cabai merah keriting (cv=32%).
Beberapa harga komoditas pangan 2017 bahkan cenderung turun dibanding 2016, misalnya cabai merah keriting turun 40%, bawang merah turun 26%, terigu turun 12%, gula pasir turun 9%, telur ayam ras turun 8%, bahkan beras juga turun sekitar 2%.
Hal ini menunjukkan tingkat stabilitas pasokan dan harga pangan di Sumatera Utara yang terjaga dengan baik.
Rakor dihadiri Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan), Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kementerian Perdagangan, wakil dari Bulog, Satgas Pangan, KPPU, para Kepala Dinas baik provinsi maupun kabupaten di Sumut, serta stakeholder terkait.
Dalam paparannya, Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi mengatakan, secara umum ketersediaan komoditas pangan pokok/strategis nasional seperti beras, jagung, minyak goreng, bawang merah, cabai (besar dan rawit), daging dan telur ayam ras surplus sehingga aman. Namun terdapat dua komoditas yang ketersediaan produksinya masih defisit, yaitu kedelai dan daging sapi, sehingga dipenuhi dari impor.
Ketersediaan produksi gula pasir defisit, namun masih bisa dipenuhi dari carry over produksi bulan sebelumnya (surplus). Sehingga selama HBKN Natal-Tahun Baru diprediksi aman.
Menurutnya, kekurangan daging sapi sudah diantisipasi dengan penyediaan daging sapi/kerbau sekitar 70,66 ribu ton, terdiri dari sapi siap potong lokal 173,99 ribu ekor setara 29,60 ribu ton, sapi siap potong eks-impor 55,29 ribu ekor setara 11,0 ribu ton, stok daging sapi di 57 gudang importir 11,25 ribu ton, stok daging kerbau di Bulog sebanyak 18,81 ribu ton.
"Dengan total kebutuhan bulan Desember sekitar 50,5 ribu ton, maka masih terdapat surplus sekitar 20,18 ribu ton," kata Agung.
Sementara, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kemendag, Kasan mengatakan, perlunya melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga pangan, serta hambatan distribusi dan jumlah stok.
"Kita juga perlu memastikan bahwa pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak menimbun barang," ujar Kasan.
Untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat, Ketua Satgas Pangan menghimbau agar para pedagang tidak melakukan penimbunan.
"Saya mengimbau kepada pengusaha bahan pangan, agar tidak melakukan penimbunan. Stok barang yang masih ada di gudang, minimal 50% dikeluarkan ke pasar untuk disalurkan kepada distributor dan pengecer, sehingga harga bisa dikendalikan," kata Togar Panjaitan, dari Satgas Pangan.
Berdasarkan data Bulog, stok delapan komoditas Bulog yang dikelola aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Khusus untuk komoditas beras Bulog bahkan memiliki stok sebanyak 1,1 juta ton, sehingga dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional, setidaknya untuk sekitar 5 bulan ke depan.
Adapun, stok Bulog untuk komoditas lainnya yaitu gula pasir sebanyak 413,34 ribu ton, jagung sebanyak 29,35 ribu ton, daging sapi 18 ton, daging kerbau 17,77 ribu ton, bawang merah 30 ton, bawang putih 293 ton, dan minyak goreng 1,18 juta liter.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pangan Sumatera Utara, hasil monitoring ketersediaan bahan pangan di Sumatera Utara menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru juga sebagian besar aman. Contohnya beras surplus 1,04 juta ton, jagung surplus 19,49 ribu ton, kedelai surplus 3,71 ribu ton, cabai merah surplus 66,98 ribu ton, daging sapi surplus 830 ton, daging ayam ras surplus 8,68 ribu ton.
Namun demikian, khusus untuk bawang merah masih terjadi defisit sekitar 403,68 ribu ton sehingga perlu diperhatikan suplai atau pasokan ke konsumen tidak terganggu.
Berdasarkan pantauan kementan melalui kegiatan Panel Harga Pangan, kondisi harga pangan di Sumatera Utara sepanjang tahun 2017 sangat stabil (cv < 5%), kecuali cabai merah keriting (cv=32%).
Beberapa harga komoditas pangan 2017 bahkan cenderung turun dibanding 2016, misalnya cabai merah keriting turun 40%, bawang merah turun 26%, terigu turun 12%, gula pasir turun 9%, telur ayam ras turun 8%, bahkan beras juga turun sekitar 2%.
Hal ini menunjukkan tingkat stabilitas pasokan dan harga pangan di Sumatera Utara yang terjaga dengan baik.
(izz)
Lihat Juga :