IHSG Awal Pekan Diprediksi Bergerak Cenderung Mixed
Senin, 18 Desember 2017 - 08:31 WIB
IHSG Awal Pekan Diprediksi Bergerak Cenderung Mixed
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan cenderung bergerak mixed tertekan terkoreksi wajar dengan range pergerakan 6070-6130. Ia menerangkan, IHSG break out resistance secara teknikal melanjutkan penguatan yang jenuh pada level overbought.
"Indikasi menguat terbatas melihat penguatan yang signifikan menjelang penutupan. Indikator stochastic bergerak positif pada level jenuh beli dengan momentum terkonsolidasi pada indikator RSI," ujarnya di Jakarta, Senin (18/12/2017).
Sementara, IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat pada pre clossing 5,76 poin di level 6.119,42 kembali mencatatkan rekor tertinggi tahun ini. Sektor konsumer memimpin penguatan dengan saham MYOR tiba-tiba menguat di akhir sesi perdagangan.
"Data ekonomi sempat menekan pergerakan Indeks di mana neraca perdagangan defisit dengan rilisnya impor di atas ekspektasi sebesar 19,62% dan ekspor yang turun menjadi 13,18% dari 19,62% diperiode sebelumnya. Investor asing tercatat net sell Rp717.05 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) serta PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES). Selain itu ada juga saham lainnya patut jadi pertimbangkan yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), dan PTBA.
"Indikasi menguat terbatas melihat penguatan yang signifikan menjelang penutupan. Indikator stochastic bergerak positif pada level jenuh beli dengan momentum terkonsolidasi pada indikator RSI," ujarnya di Jakarta, Senin (18/12/2017).
Sementara, IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat pada pre clossing 5,76 poin di level 6.119,42 kembali mencatatkan rekor tertinggi tahun ini. Sektor konsumer memimpin penguatan dengan saham MYOR tiba-tiba menguat di akhir sesi perdagangan.
"Data ekonomi sempat menekan pergerakan Indeks di mana neraca perdagangan defisit dengan rilisnya impor di atas ekspektasi sebesar 19,62% dan ekspor yang turun menjadi 13,18% dari 19,62% diperiode sebelumnya. Investor asing tercatat net sell Rp717.05 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya PT Timah (Persero) Tbk. (TINS), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP) serta PT Ace Hardware Indonesia Tbk. (ACES). Selain itu ada juga saham lainnya patut jadi pertimbangkan yakni PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), dan PTBA.
(akr)
Lihat Juga :