IHSG Berbalik Cetak Rekor Tertinggi Iringi Lompatan Bursa Asia
Senin, 18 Desember 2017 - 16:35 WIB
IHSG Berbalik Cetak Rekor Tertinggi Iringi Lompatan Bursa Asia
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup berbalik menguat, setelah pada sesi pagi hingga siang berkutat di zona merah. IHSG awal pekan ditutup menguat ke level 6.133,96 atau 14.54 yang setara dengan 0.24% untuk mencetak rekor tertinggi sepanjang masa.
(Baca Juga: IHSG Kembali Cetak Rekor Tertinggi Jelang Tutup Tahun )
IHSG siang tadi semakin ambruk, usai mengalami pelemahan sebesar 30,62 poin setara 0,50% ke level 6.088,80 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka melemah 2,91 poin atau 0,05% ke level 6.116,51. Akhir pekan kemarin IHSG ditutup menguat 1,46% menjadi 6.119,41.
Pada perdagangan sore ini sektor saham dalam negeri mayoritas memerah dipimpin kejatuhan terdalam sektor aneka industri sebesar 1.72%. Sedangkan satu-satunya yang mencetak penguatan yakni consumer 0,58%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,87 triliun dengan 12,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp210,3 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,83 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,62 triliun. Tercatat 149 saham menguat, 202 saham melemah dan 120 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.425 menjadi Rp81.000, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp150 menjadi Rp11.100 serta PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) meningkat Rp150 ke posisi Rp3.000.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp300 menjadi Rp10.500, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah Rp240 mmenjadi Rp2.260 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp150 menjadi Rp4.100.
Seperti dilansir CNBC, Senin (18/12/2017) kebanyakan indeks utama Asia ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari ini, ketika optimisme investor mencuat terkait rencana pemotongan pajak perusahaan yang diusung pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di sisi lain USD juga bergerak merangkak naik terhadap enam mata uang utama lainnya.
Indeks patokan Jepang, Nikkei ditutup meningkat 1,55% atau 348,55 poin di level 22.901,77 ditopang saham perumahan dan perbankan. Sektor teknologi dan produsen mobil juga mencetak keuntungan di antaranya Toyota berakhir bertambah sebesar 2.81%, Sony menguat 3,1% dan SoftBank bergerak mendaki pada perdagangan awal pekan hari ini 1,67%.
Tercatat ekspor Jepang di bulan November turut mengalami lompatan 16,2% tahun ini, atau melebihi perkiraan sebelumnya yang disampaikan analis dalam jejak pendapat Reuters. Sementara indeks Kospi, Korea mengalami perubahan usai kehilangan 0,19 atau setara dengan 0,01% menjadi 2.481,88. Beberapa saham yang menguat yakni Samsung Electronics bertambah 1,15%.
Sedangkan Steelmakers lebih rendah dengan Posco dan Hyundai Steel masing-masing berkurang 2,25% dan 4,68%. Di Sydney, bursa saham Australia ASX 200 memperoleh tambahan 0,7 hingga berakhir pada posisi 6,038.9 saat saham sumber daya alam menjadi dorongan terbesar kepada keseluruhan indeks. Saham perbankan juga lebih tinggi hingga sore ini, ketika ANZ meningkat 2.13%.
Pada perdagangan sore hari ini indeks Hong Kong membaik ke level 29.050,41 dengan kenaikan mencapai sebesar 0,70%. Pergerakan mixed justru ditunjukkan pasar saham di daratan China ketika Shanghai Composite lebih tinggi 0,07% huingga berakhir di level 3.268,33 dan komposit Shenzhen menumpahkan 0,64% selesai di 1,889.13.
(Baca Juga: IHSG Kembali Cetak Rekor Tertinggi Jelang Tutup Tahun )
IHSG siang tadi semakin ambruk, usai mengalami pelemahan sebesar 30,62 poin setara 0,50% ke level 6.088,80 setelah tadi pagi pasar saham dalam negeri dibuka melemah 2,91 poin atau 0,05% ke level 6.116,51. Akhir pekan kemarin IHSG ditutup menguat 1,46% menjadi 6.119,41.
Pada perdagangan sore ini sektor saham dalam negeri mayoritas memerah dipimpin kejatuhan terdalam sektor aneka industri sebesar 1.72%. Sedangkan satu-satunya yang mencetak penguatan yakni consumer 0,58%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,87 triliun dengan 12,87 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp210,3 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,83 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,62 triliun. Tercatat 149 saham menguat, 202 saham melemah dan 120 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp2.425 menjadi Rp81.000, PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) bertambah Rp150 menjadi Rp11.100 serta PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) meningkat Rp150 ke posisi Rp3.000.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) turun Rp300 menjadi Rp10.500, PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) melemah Rp240 mmenjadi Rp2.260 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp150 menjadi Rp4.100.
Seperti dilansir CNBC, Senin (18/12/2017) kebanyakan indeks utama Asia ditutup lebih tinggi pada perdagangan hari ini, ketika optimisme investor mencuat terkait rencana pemotongan pajak perusahaan yang diusung pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Di sisi lain USD juga bergerak merangkak naik terhadap enam mata uang utama lainnya.
Indeks patokan Jepang, Nikkei ditutup meningkat 1,55% atau 348,55 poin di level 22.901,77 ditopang saham perumahan dan perbankan. Sektor teknologi dan produsen mobil juga mencetak keuntungan di antaranya Toyota berakhir bertambah sebesar 2.81%, Sony menguat 3,1% dan SoftBank bergerak mendaki pada perdagangan awal pekan hari ini 1,67%.
Tercatat ekspor Jepang di bulan November turut mengalami lompatan 16,2% tahun ini, atau melebihi perkiraan sebelumnya yang disampaikan analis dalam jejak pendapat Reuters. Sementara indeks Kospi, Korea mengalami perubahan usai kehilangan 0,19 atau setara dengan 0,01% menjadi 2.481,88. Beberapa saham yang menguat yakni Samsung Electronics bertambah 1,15%.
Sedangkan Steelmakers lebih rendah dengan Posco dan Hyundai Steel masing-masing berkurang 2,25% dan 4,68%. Di Sydney, bursa saham Australia ASX 200 memperoleh tambahan 0,7 hingga berakhir pada posisi 6,038.9 saat saham sumber daya alam menjadi dorongan terbesar kepada keseluruhan indeks. Saham perbankan juga lebih tinggi hingga sore ini, ketika ANZ meningkat 2.13%.
Pada perdagangan sore hari ini indeks Hong Kong membaik ke level 29.050,41 dengan kenaikan mencapai sebesar 0,70%. Pergerakan mixed justru ditunjukkan pasar saham di daratan China ketika Shanghai Composite lebih tinggi 0,07% huingga berakhir di level 3.268,33 dan komposit Shenzhen menumpahkan 0,64% selesai di 1,889.13.
(akr)
Lihat Juga :