Sisa Sebulan, Penerimaan Pajak RI Baru 76,6% dari Target

Senin, 18 Desember 2017 - 19:05 WIB
Sisa Sebulan, Penerimaan...
Sisa Sebulan, Penerimaan Pajak RI Baru 76,6% dari Target
A A A
JAKARTA - Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan mengungkapkan, realisasi penerimaan perpajakan tahun ini baru menyentuh 76,6% dari target dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017. Penerimaan perpajakan hingga November 2017 baru mencapai Rp983,54 triliun dari target APBNP 2017 yang sebesar Rp1.283,57 triliun.

Dia menyebutkan, realisasi penerimaan pajak penghasilan (PPh) hingga November 2017 mencapai Rp561,28 triliun dari target sebesar Rp783,97 triliun. Realisasi ini jauh lebih kecil dibanding realisasi periode sama tahun lalu yang sebesar Rp587,99 triliun.

"PPh (realisasi) Rp561,58 triliun. Dibanding realisasi 2016 sebesar -4,54%. Tapi realisasi di 2016 ada dari tax amnesty sekitar Rp100 triliun," katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (18/12/2017).

Kemudian, realisasi pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) hingga November 2017 mencapai Rp401,53 triliun atau 84,45% dari target di APBNP 2017 yang sebesar Rp475,48 triliun.

Sementara, pajak bumi dan bangunan (PBB) realisasinya hingga November 2017 sebesar Rp14,63 triliun dari target sebesar Rp15,41 triliun, dan realisasi pajak lainnya adalah sebesar Rp6,09 triliun dari target Rp8,70 triliun di APBNP 2017.

"PPN mennjukkan denyut ekonomi yang membaik. Sebagian juga menggambarkan tambahan basis PPN akibat tax amnesty," imbuh dia.

Jika dilihat secara sektoral, penerimaan pajak dari industri pengolahan mencapai 16,7% atau 4,2% dari produk domestik bruto (PDB), industri perdagangan penerimaan pajaknya sebesar 20,9% atau 4,9% dari PDB, industri jasa keuangan penerimaan pajaknya sebesar 8,8% atau 6,1% dari PDB.

Selain itu, industri kontruksi penerimaan pajaknya 5,8% atau 6,7% dari PDB, dan industri pertambangan sebesar 34,2% atau 1,1% dari PDB. "Kami harapkan akhir tahun lebih baik lagi. Di 2018 juga," ujarnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Target Pajak Tercapai,...
Target Pajak Tercapai, Isu Bonus Pegawai Pajak Menyeruak
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
1 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
1 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
2 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
3 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved