Sektor Ekonomi Kreatif Diminati Anak Muda

Senin, 18 Desember 2017 - 23:34 WIB
Sektor Ekonomi Kreatif...
Sektor Ekonomi Kreatif Diminati Anak Muda
A A A
JAKARTA - Sebagai instansi yang relatif baru, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) ditantang untuk bisa berkontribusi maksimal terhadap perekonomian nasional. Berbagai pembenahan dilakukan agar ekosistem ekonomi kreatif mampu memfasilitasi para pelaku usaha. Beruntung, lembaga baru ini diisi para profesional di bidangnya sehingga untuk merumuskan sebuah kebijakan mereka tahu persis apa yang diperlukan stakeholder-nya.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triwan Munaf mengakui saat ini ekosistem ekonomi kreatif mulai terbangun. Menurutnya, gairah masyarakat untuk berkegiatan di sektor ekonomi kreatif sudah siap. "Kita terus road show ke daerah dan mereka banyak yang kreatif. Produk UKM (usaha kecil dan menengah) bagus-bagus," ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dia juga mengakui, walaupun dari beberapa deputinya berasal dari kalangan luar nonpegawai negeri, tapi mereka sangat cepat beradaptasi. Kendati ada perbedaan kultur dan cara kerja, hal itu tidak mengganggunya. "Saya bahkan banyak belajar juga dari pegawai dan deputi saya. Saya cukup puas karena beberapa deputi yang awalnya dari swasta bisa melebur dan menyesuaikan dengan budaya birokrasi, tentu saja yang positifnya," kata pria kelahiran 28 November 1958 itu.

Satu hal lagi yang membanggakan, ujar dia, calon pegawai negeri yang mendaftar ke Bekraf beberapa waktu lalu sangat banyak. Jumlahnya mencapai 12.000 peserta. Padahal posisi yang tersedia hanya 90 posisi. Artinya, satu posisi diminati 135 orang. Sebagai perbandingan, di Kementerian Pariwisata untuk satu posisi diminati empat orang. "Itu data Kemenpan loh. Ini apa artinya, banyak anak muda menaruh minat yang tinggi terhadap sektor ekonomi kreatif," ujar dia.

Dia menambahkan, kreasi anak muda ini juga begitu terasa saat perayaan Hari Sumpah Pemuda beberapa waktu lalu. Kala itu, Presiden memilih Bekraf karena konsep yang ditawarkan untuk kegiatan itu dianggap menyentuh langsung masyarakat pelaku ekonomi kreatif.

Siap Sambut Asian Games
Tahun depan, Bekraf akan terlibat langsung pada kegiatan olahraga terbesar di Asia, yakni Asian Games 2018. Bekraf berpartisipasi dalam acara opening ceremony serta penutupan ajang tersebut. Menurut Triawan, acara pembukaan kegiatan olahraga sangat penting karena akan menjadi perhatian miliaran orang di dunia, terutama negara-negara Asia.

"Nanti di setiap venue akan kita tampilkan produk UKM yang bagus-bagus sehingga akan dikenal lebih luas secara internasional," ujarnya.

Satu hal lagi yang dia pesankan kepada pelaku usaha agar jangan sampai berpikiran sempit sehingga tidak berani keluar untuk ekspansi. Dia ingin faktor budaya jangan sampai menjadi penghalang dalam berkreasi. "Jangan terpaku pada budaya sendiri yang membatasi. Sekarang ini yang penting berkarya, maka orang akan melihat karya kita," ujar dia.

Dia mencontohkan, perusahaan Korea Selatan berani memberi nama produk bakery and beverage dengan nama Tous Les Jours yang diambil dari bahasa Prancis. Menurutnya penamaan tersebut menunjukkan bahwa Korea ingin agar citra produk mereka lebih mengglobal.
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bekraf Dipisahkan atau...
Bekraf Dipisahkan atau Dihidupkan Kembali, Begini Saran Pengamat
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Pelaku Ekraf Diminta...
Pelaku Ekraf Diminta Proaktif Tingkatkan Daya Saing
Potensi Ekonomi Kreatif...
Potensi Ekonomi Kreatif Jadi Tulang Punggung Perekonomian
Berita Terkini
Harga Serat Naik, Pemilik...
Harga Serat Naik, Pemilik Brand Lokal Mulai Menghitung Ulang Pilihan Kainnya
51 menit yang lalu
Hadapi Ancaman El Nino...
Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp8.030 Triliun di Akhir Mei 2026
1 jam yang lalu
Purbaya soal Dugaan...
Purbaya soal Dugaan Markup Pikap Kopdes Merah Putih: Lolos Audit Baru Saya Bayar
2 jam yang lalu
Bittime Kantongi Izin...
Bittime Kantongi Izin Perdagangan Futures Pertama di Era Pengawasan Kripto OJK
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp20.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya Hari Ini
2 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved