IHSG Diprediksi Tertekan hingga 6.090
Selasa, 19 Desember 2017 - 08:21 WIB
IHSG Diprediksi Tertekan hingga 6.090
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak tertekan, kembali menguji support MA5 dengan rentan 6.090-6.150.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal kembali mematahkan resistance upper bollinger bands dan mencetak level tertinggi baru. "Indikator stochastic menguat memasuki area jenuh beli dengan indikasi dead-cross, cenderung menekan diperdagangan selanjutnya dikuatkan oleh momentum pergerakan IHSG pada RSI bergerak jenuh terkonsolidasi," ujarnya di Jakarta, Selasa (19/12/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat setelah dibuka dan selama perdagangan berada pada zona negatif. Penguatan terjadi di akhir sesi perdagangan dengan naiknya saham produsen rokok yang memiliki bobot besar, seperti GGRM dan HSMP menguat menjelang akhir sesi perdagangan.
Selain itu optimisme tumbuh di akhir sesi setelah Mentri Keuangan Sri Mulyani melihat outlook yang cukup baik pada tahun 2018, seiring pulihnya perdagangan global dengan estimasi pertumbuhan GDP 5,3%.
"Sedangkan sektor aneka Industri turun dengan saham ASII memimpin pelemahan pasca turunnya pertumbuhan penjualan mobil di bulan November sebesar minus 4,6% dari 2,5% periode sebelumnya. Investor asing tercatat net sell Rp210,39 miliar dengan saham ASII terjual investor asing sebanyak Rp104,19 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya BWPT, LSIP, INKP, ACES, dan ADHI.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal kembali mematahkan resistance upper bollinger bands dan mencetak level tertinggi baru. "Indikator stochastic menguat memasuki area jenuh beli dengan indikasi dead-cross, cenderung menekan diperdagangan selanjutnya dikuatkan oleh momentum pergerakan IHSG pada RSI bergerak jenuh terkonsolidasi," ujarnya di Jakarta, Selasa (19/12/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat setelah dibuka dan selama perdagangan berada pada zona negatif. Penguatan terjadi di akhir sesi perdagangan dengan naiknya saham produsen rokok yang memiliki bobot besar, seperti GGRM dan HSMP menguat menjelang akhir sesi perdagangan.
Selain itu optimisme tumbuh di akhir sesi setelah Mentri Keuangan Sri Mulyani melihat outlook yang cukup baik pada tahun 2018, seiring pulihnya perdagangan global dengan estimasi pertumbuhan GDP 5,3%.
"Sedangkan sektor aneka Industri turun dengan saham ASII memimpin pelemahan pasca turunnya pertumbuhan penjualan mobil di bulan November sebesar minus 4,6% dari 2,5% periode sebelumnya. Investor asing tercatat net sell Rp210,39 miliar dengan saham ASII terjual investor asing sebanyak Rp104,19 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya BWPT, LSIP, INKP, ACES, dan ADHI.
(ven)
Lihat Juga :