Wall Street Terangkat ke Rekor Tertinggi di Tengah Optimistis Pajak
Selasa, 19 Desember 2017 - 08:34 WIB
Wall Street Terangkat ke Rekor Tertinggi di Tengah Optimistis Pajak
A
A
A
JAKARTA - Wall Street mencapai rekor tertinggi pada penutupan awal pekan waktu setempat, di tengah mencuatnya optimistis bahwa pajak perusahaan bakal lebih rendah. Seperti diketahui reformasi pajak yang tengah diusung pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai memasuki tahap akhir.
Nasdaq sempat melampaui level 7.000 dalam pergerakannya, tetapi kemudian ditutup balik menyusut. Kongres yang dikuasai Partai Republik AS diharapkan dalam memulai pemungutan suara untuk mewujudkan Undang-undang Pajak.
Saham AS telah menikmati rally panjang pada tahun ini dipimpin oleh indeks S & P 500. Sementara itu RUU pajak diyakini bakal memangkas tarif pajak perusahaan menjadi 21% dari sebelumnya 35% untuk meningkatkan keuntungan investor serta memicu aksi buybacks dan lebih tinggi pembayaran dividen.
Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 140,46 poin atau 0,57% ke level 24.792,2 ketika indeks S & P 500 memperoleh tambahan 14,36 poin atau 0,54% menjadi 2,690.17. Sedangkan komposit Nasdaq meningkat 58,18 poin yang setara dengan 0,84% ke posisi 6.994,76.
Selain tiga indeks, Nasdaq 100. NDX dan S & P 100. OEXA juga mencapai rekor tertinggi. Russell naik 2000 atau 1,2% ke rekor tertinggi. Pada perdagangan Senin kemarin waktu setempat, investor disuguhi banjir transaksi.
Saham-saham yang mencetak penguatan di antaranya makanan ringan (BETR. N) melonjak 71,6% menjadi USD12.01 setelah Hershey (HSY. N) mengatakan akan membeli pembuat popcorn SkinnyPop dalam kesepakatan senilai USD1,6 miliar. Selain itu Hershey naik mencapai sebesar 0,1%'
Twitter (TWTR. N) juga melompat 11% setelah JPMorgan mengatakan berharap perusahaan untuk dua digit pertumbuhan pengguna rata-rata harian pada tahun 2018. Sekitar 7,1 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat atau lebih tinggi dari rata-rata harian 6m8 miliar selama 20 hari, menurut data perdagangan Thomson Reuters.
Nasdaq sempat melampaui level 7.000 dalam pergerakannya, tetapi kemudian ditutup balik menyusut. Kongres yang dikuasai Partai Republik AS diharapkan dalam memulai pemungutan suara untuk mewujudkan Undang-undang Pajak.
Saham AS telah menikmati rally panjang pada tahun ini dipimpin oleh indeks S & P 500. Sementara itu RUU pajak diyakini bakal memangkas tarif pajak perusahaan menjadi 21% dari sebelumnya 35% untuk meningkatkan keuntungan investor serta memicu aksi buybacks dan lebih tinggi pembayaran dividen.
Tercatat Dow Jones Industrial Average (DJI) naik 140,46 poin atau 0,57% ke level 24.792,2 ketika indeks S & P 500 memperoleh tambahan 14,36 poin atau 0,54% menjadi 2,690.17. Sedangkan komposit Nasdaq meningkat 58,18 poin yang setara dengan 0,84% ke posisi 6.994,76.
Selain tiga indeks, Nasdaq 100. NDX dan S & P 100. OEXA juga mencapai rekor tertinggi. Russell naik 2000 atau 1,2% ke rekor tertinggi. Pada perdagangan Senin kemarin waktu setempat, investor disuguhi banjir transaksi.
Saham-saham yang mencetak penguatan di antaranya makanan ringan (BETR. N) melonjak 71,6% menjadi USD12.01 setelah Hershey (HSY. N) mengatakan akan membeli pembuat popcorn SkinnyPop dalam kesepakatan senilai USD1,6 miliar. Selain itu Hershey naik mencapai sebesar 0,1%'
Twitter (TWTR. N) juga melompat 11% setelah JPMorgan mengatakan berharap perusahaan untuk dua digit pertumbuhan pengguna rata-rata harian pada tahun 2018. Sekitar 7,1 miliar saham diperdagangkan pada bursa saham AS kemarin waktu setempat atau lebih tinggi dari rata-rata harian 6m8 miliar selama 20 hari, menurut data perdagangan Thomson Reuters.
(akr)
Lihat Juga :