Taklukkan USD, Rupiah Berakhir Menguat ke Level Rp13.555/USD
Kamis, 21 Desember 2017 - 17:01 WIB
Taklukkan USD, Rupiah Berakhir Menguat ke Level Rp13.555/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini bertahan di zona hijau alias menguat. Kondisi penguatan mata uang Garuda terjadi saat USD mampu menaklukkan yen.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.555/USD atau menguat tidak dari penutupan sebelumnya di level Rp13.578/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.533-Rp13.575/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.555/USD atau membaik dari akhir perdagangan sebelumnya Rp13.579/USD. Pergerakan harian pada hari ini ada di kisaran Rp13.538-Rp13.568/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga menguat ke level Rp13.557/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.600/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.545/USD. Rupiah rebound dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.579/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, USD mencapai titik tertinggi dalam sembilan hari terhadap yen, setelah komentar Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda memperkuat harapan bahwa BOJ tidak terburu-buru untuk menjauh dari kebijakan moneternya yang sangat longgar.
Beberapa investor memperkirakan bahwa kebijakan tersebut mungkin akan segera berakhir dan target yield BOJ untuk obligasi pemerintah Jepang dapat meningkat, setelah pidato baru-baru ini oleh Kuroda yang mengacu pada dampak negatif dari kebijakan moneter ultra-ekspansif.
Namun, berbicara setelah BOJ mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diperkirakan secara luas, Kuroda mengatakan bahwa referensi sebelumnya tentang "tingkat pembalikan" tidak mengindikasikan adanya perubahan dalam pemikirannya mengenai kebijakan moneter.
Kuroda juga mengatakan BOJ akan terus sabar dengan pelonggaran moneter karena inflasi masih jauh dari target 2% dan dia tidak melihat perlunya meninjau kebijakan pengendalian kurva yield BOJ.
USD terhadap yen naik 0,2% ke level 113,635 di pasar yang sebelumnya menipis setelah diperdagangkan sekitar di level 113,40 menjelang konferensi berita Kuroda.
Greenback telah menguat 0,8% terhadap yen sejauh pekan ini, dan kenaikan di luar level tertinggi pekan lalu di level 113,75 terhadap yen akan mengirimkannya ke titik tertingginya dalam lebih dari sebulan.
USD naik tipis 0,1% terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Euro terhadap USD bertahan stabil di level 1,1874, setelah menguat sekitar 1% sejauh pekan ini, didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi Jerman.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi penutupan berada di level Rp13.555/USD atau menguat tidak dari penutupan sebelumnya di level Rp13.578/USD. Rupiah sendiri sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.533-Rp13.575/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg hingga akhir sesi perdagangan hari ini berada pada level Rp13.555/USD atau membaik dari akhir perdagangan sebelumnya Rp13.579/USD. Pergerakan harian pada hari ini ada di kisaran Rp13.538-Rp13.568/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah juga menguat ke level Rp13.557/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.600/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.545/USD. Rupiah rebound dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.579/USD.
Seperti dikutip dari Reuters hari ini, USD mencapai titik tertinggi dalam sembilan hari terhadap yen, setelah komentar Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda memperkuat harapan bahwa BOJ tidak terburu-buru untuk menjauh dari kebijakan moneternya yang sangat longgar.
Beberapa investor memperkirakan bahwa kebijakan tersebut mungkin akan segera berakhir dan target yield BOJ untuk obligasi pemerintah Jepang dapat meningkat, setelah pidato baru-baru ini oleh Kuroda yang mengacu pada dampak negatif dari kebijakan moneter ultra-ekspansif.
Namun, berbicara setelah BOJ mempertahankan suku bunga stabil seperti yang diperkirakan secara luas, Kuroda mengatakan bahwa referensi sebelumnya tentang "tingkat pembalikan" tidak mengindikasikan adanya perubahan dalam pemikirannya mengenai kebijakan moneter.
Kuroda juga mengatakan BOJ akan terus sabar dengan pelonggaran moneter karena inflasi masih jauh dari target 2% dan dia tidak melihat perlunya meninjau kebijakan pengendalian kurva yield BOJ.
USD terhadap yen naik 0,2% ke level 113,635 di pasar yang sebelumnya menipis setelah diperdagangkan sekitar di level 113,40 menjelang konferensi berita Kuroda.
Greenback telah menguat 0,8% terhadap yen sejauh pekan ini, dan kenaikan di luar level tertinggi pekan lalu di level 113,75 terhadap yen akan mengirimkannya ke titik tertingginya dalam lebih dari sebulan.
USD naik tipis 0,1% terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Euro terhadap USD bertahan stabil di level 1,1874, setelah menguat sekitar 1% sejauh pekan ini, didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi Jerman.
(izz)