Wall Street Ditutup Melemah Terbebani Saham Apple

Rabu, 27 Desember 2017 - 07:36 WIB
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Melemah Terbebani Saham Apple
A A A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup melemah karena saham Apple dan pemasok suku cadang menurun pada laporan permintaan iPhone X yang melambat, yang membuat saham teknologi lebih rendah.

Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/12/2017), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 7,85 poin atau 0,03% menjadi 24.746,21, Indeks S & P 500 turun 2,84 poin atau 0,11% menjadi 2.680,5 dan Nasdaq Composite turun 23,71 poin atau 0,34% menjadi 6.936,25.

Menurut Harian Ekonomi Taiwan, mengutip sumber tak dikenal, Apple (AAPL.O) akan menurunkan perkiraan penjualan untuk telepon andalannya di kuartal ini menjadi 30 juta unit, turun dari yang dikatakannya sebagai rencana awal sebanyak 50 juta unit.

Laporan tersebut, bersamaan dengan beberapa permintaan broker baru-baru ini atas permintaan iPhone X yang hangat, membuat saham Apple tenggelam 2,5%, penurunan persentase satu hari terburuk mereka sejak 10 Agustus.

"Ada kabar Apple hari ini sehingga menyebabkan semacam kecemasan Apple, mungkin beberapa pemasok Apple dan mungkin beberapa teknologi pada umumnya. Seluruh barang Apple memberi orang alasan untuk mengeluarkan uang memiliki barang teknologi karena telah menjadi pemain hebat," kata Ken Polcari, direktur divisi NYSE di O'Neil Securities di New York.

Saham perusahaan yang memasok suku cadang ke Apple, termasuk Broadcom (AVGO.O), Skyworks Solutions (SWKS.O), Finisar (FNSR.O) dan Lumentum Holdings (LITE.O), semuanya jatuh. Indeks semikonduktor PHLX. SOX kehilangan 0,97%.

Sektor teknologi pada Indeks S & P turun 0,70%, pemain terburuk di antara 11 sektor utama di S & P 500. Indeks telah mendapat tekanan dalam beberapa hari terakhir dan mengalami penurunan kelima berturut-turut karena pelaku pasar melihat sektorteknologi mendapatkan dorongan lebih kecil dari perombakan pajak AS pekan lalu.

Meski mengalami penurunan, sektor teknologi masih naik hampir 40% sepanjang tahun ini. Sebagian besar pasar di seluruh dunia, termasuk bagian Eropa dan Asia, ditutup pada hari Selasa. Volume perdagangan ringan karena minggu yang dipersingkat adanya liburan.

Kerugian disebabkan oleh dorongan pada saham energi karena harga minyak melonjak lebih dari 2%, dibantu oleh sebuah ledakan pada pipa minyak mentah di Libya dan pemotongan pasokan sukarela yang dipimpin oleh OPEC.

Saham Chevron (CVX.N) naik 0,8% dan saham EOG Resources (EOG.N) naik 2,1% untuk memimpin sektor energi S & P naik 0,82 persen lebih tinggi. Saham operator department store Kohl's (KSS.N), JC Penney (JCP.N) dan Macy's (MN) mendapat dorongan setelah sebuah laporan bahwa penjualan ritel pada periode liburan naik dengan laju terkuat sejak 2011. Sektor ritel pada Indeks S & P menguat 0,63%.

Saham Sucampo Pharma (SCMP.O) melonjak 5,9% setelah Mallinckrodt (MNK.N) mengatakan akan mengakuisisi produsen obat tersebut seharga USD1,2 miliar. Saham Mallinckrodt naik 0,7%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
2 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
3 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Apple Kehilangan USD300...
Apple Kehilangan USD300 Miliar Akibat Tarif Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved