IHSG Dibayangi Aksi Profit Taking, Simak 7 Saham Ini
Kamis, 28 Desember 2017 - 08:05 WIB
IHSG Dibayangi Aksi Profit Taking, Simak 7 Saham Ini
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan bergerak mulai terbatas di sisa dua hari perdagangan selanjutnya menjelang tahun 2018 dengan diwarnai kekhawatiran aksi profit taking dengan range pergerakan 6.220-6.285
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal menguat sangat signifikan memperbesar probabilitas koreksi di saat momentum IHSG terlihat pada level yang sangat jenuh beli atau overbought.
"Indikator Stochastic dan RSI bergerak terkonsolidasi melihat tingginya momentum pergerakan," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat ke level tertinggi selanjutnya di level 6.277,16 dengan optimisme window dressing diakhir tahun. Sektor industri dasar, keuangan dan pertanian memimpin penguatan.
Produsen semen menguat setelah mencatatkan pelemahan sepanjang tahun ini akibat sentimen sektor konstruksi sedangkan sektor keuangan optimistis dipimpin saham BDMN seiring rencana pembelian MUFG kembali memanas.
"Sedangkan sektor pertanian disebabkan rebound-nya permintaan dan harga CPO diakhir tahun ini. Investor asing pun tak ketinggalan mendorong aksi beli sebesar Rp386,04 miliar," imbuh dia.
Pihaknya merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk dicermati, di antaranya saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal menguat sangat signifikan memperbesar probabilitas koreksi di saat momentum IHSG terlihat pada level yang sangat jenuh beli atau overbought.
"Indikator Stochastic dan RSI bergerak terkonsolidasi melihat tingginya momentum pergerakan," ujarnya di Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Sementara, IHSG kemarin ditutup menguat ke level tertinggi selanjutnya di level 6.277,16 dengan optimisme window dressing diakhir tahun. Sektor industri dasar, keuangan dan pertanian memimpin penguatan.
Produsen semen menguat setelah mencatatkan pelemahan sepanjang tahun ini akibat sentimen sektor konstruksi sedangkan sektor keuangan optimistis dipimpin saham BDMN seiring rencana pembelian MUFG kembali memanas.
"Sedangkan sektor pertanian disebabkan rebound-nya permintaan dan harga CPO diakhir tahun ini. Investor asing pun tak ketinggalan mendorong aksi beli sebesar Rp386,04 miliar," imbuh dia.
Pihaknya merekomendasikan beberapa saham yang perlu untuk dicermati, di antaranya saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
(izz)
Lihat Juga :