Harga Minyak Dunia Mendekati Level Tertinggi 2015

Kamis, 28 Desember 2017 - 09:33 WIB
Harga Minyak Dunia Mendekati...
Harga Minyak Dunia Mendekati Level Tertinggi 2015
A A A
SINGAPURA - Harga minyak dunia hari ini stabil dengan aktivitas perdagangan mengering menjelang akhir pekan Tahun Baru. Menuju 2018, para pelaku pasar mengatakan bahwa kondisi pasar relatif ketat karena adanya pemangkasan pasokan yang terus berlanjut yang dipimpin Timur Tengah didominasi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (28/12/2017), harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD59,69 per barel pada pukul 01.34 GMT, naik 5 sen dari posisi sebelumnya. WTI menembus level USD60 per barel awal pekan ini, pertama kalinya sejak Juni 2015.

Sementara, harga minyak brent berada di level USD66,50 per barel, naik 6 sen. Brent menembus level USD67 pekan ini, pertama kalinya sejak Mei 2015.

Pelaku pasar mengatakan, tingginya harga merupakan hasil dari pasar yang relatif ketat setelah satu tahun OPEC dan produksi minyak pimpinan Rusia, yang dimulai Januari lalu dan dijadwalkan mencakup seluruh 2018. Pemadaman pipa di Libya dan Laut Utara juga telah mendukung harga minyak.

"Mengingat respons harga yang jauh lebih kuat terhadap gangguan pasokan setelah pemotongan pasokan OPEC, pasar bersiap untuk melakukan kenaikan lebih lanjut," kata Stephen Innes, kepala perdagangan untuk Asia/Pasifik di pialang berjangka Oanda di Singapura.

Dia mengatakan, dengan risiko geopolitik yang tidak kalah pentingnya menjelang pemilihan Libya tahun depan. "Kita harus mengharapkan kekacauan dan kekacauan regional yang lebih banyak untuk mendukung harga minyak," imbuhnya.

Sekitar 100.000 barel per hari (bpd) pasokan minyak terganggu di Libya pekan ini setelah serangan terhadap pipa. Di Laut Utara, kapasitas 450.000 bpd kapasitas pipa Forties ditutup awal bulan ini karena retak.

Kedua pipeline tersebut diperkirakan akan kembali beroperasi normal pada Januari, dengan Forties sudah dalam proses startup. Faktor utama yang menghambat upaya OPEC dan Rusia untuk menopang harga adalah produksi minyak AS yang telah melonjak lebih dari 16% sejak pertengahan 2016 dan mendekati 10 juta bpd.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Harga Eceran Tertinggi...
Harga Eceran Tertinggi MinyaKita Berpotensi Naik, Begini Kata Mendag Budi
12 menit yang lalu
Nindia Karya Rampungkan...
Nindia Karya Rampungkan Pembangunan 20 Sekolah Rakyat Tahap II di 4 Provinsi
34 menit yang lalu
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
48 menit yang lalu
EPI Clean Energy Day...
EPI Clean Energy Day Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e
1 jam yang lalu
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Edukasi Pasar Modal untuk Mahasiswa Universitas Budi Luhur
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Top Skor Sementara...
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved