IHSG Melaju Kencang Tembus Rekor Baru ke Level 6.314
Kamis, 28 Desember 2017 - 16:39 WIB
IHSG Melaju Kencang Tembus Rekor Baru ke Level 6.314
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup melaju kencang hingga menembus level 6.300 dan mencetak rekor baru lagi. IHSG ditutup meroket 36,88 poin setara 0,59% ke level 6.314,05.
IHSG siang tadi terus melaju kencang dengan menambah tambahan sebesar 14,91 poin setara 0,24% ke level 6.292,07 setelah tadi pagi dibuka ke level 6.281,58 atau menguat 4,42 poin setara 0,07%. Bursa saham Tanah Air pada penutupan kemarin ditutup meroket 56,15 poin setara 0,90% ke level 6.277,17.
Sektor saham dalam negeri sore ini mnayoritas menguat dengan sektor infrastruktur menguat tertinggi sebesar 1,41% dan yang melemah terdalam yaitu aneka industri sebesar 1,01%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp12,02 triliun dengan 25,18 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp579,10 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,97 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,39 triliun. Tercatat 183 saham menguat, 174 saham melemah dan 136 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp350 menjadi Rp81.750, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp150 menjadi Rp6.175, dan PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menguat Rp140 menjadi Rp41.00.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) melemah Rp540 menjadi Rp3.610, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp165 menjadi Rp755, dan PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp100 menjadi Rp8.050.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Kamis (28/12/2017), bursa saham Asia ditutup mayoritas menguat pada hari ini menyusul kenaikan harga minyak dan tembaga pekan ini.
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225 ditutup melemah 0,56% ke level 22.783,98 karena USD melemah terhadap yen. Sebagian besar saham energi yang sempat naik di sesi sebelumnya memberikan beberapa keuntungan tersebut berakhir melemah.
Namun, di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 1,26% ke level 2.467,49, melampaui indeks lain di kawasan ini. Langkah yang lebih tinggi didorong oleh kenaikan sektor teknologi.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,3% ditutup ke level 6.088,1, dengan keuntungan terlihat di sektor sumber daya dan telekomunikasi dengan sektor Utilitas dan industri melemah.
Pasar daratan China, Shanghai Composite naik tipis 0,65% ke level 3.297,21 dan Shenzhen Composite menguat 0,45% ke level 1.887,34.
IHSG siang tadi terus melaju kencang dengan menambah tambahan sebesar 14,91 poin setara 0,24% ke level 6.292,07 setelah tadi pagi dibuka ke level 6.281,58 atau menguat 4,42 poin setara 0,07%. Bursa saham Tanah Air pada penutupan kemarin ditutup meroket 56,15 poin setara 0,90% ke level 6.277,17.
Sektor saham dalam negeri sore ini mnayoritas menguat dengan sektor infrastruktur menguat tertinggi sebesar 1,41% dan yang melemah terdalam yaitu aneka industri sebesar 1,01%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp12,02 triliun dengan 25,18 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp579,10 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,97 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp3,39 triliun. Tercatat 183 saham menguat, 174 saham melemah dan 136 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp350 menjadi Rp81.750, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp150 menjadi Rp6.175, dan PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) menguat Rp140 menjadi Rp41.00.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (MREI) melemah Rp540 menjadi Rp3.610, PT Tembaga Mulia Semanan Tbk (TBMS) turun Rp165 menjadi Rp755, dan PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp100 menjadi Rp8.050.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Kamis (28/12/2017), bursa saham Asia ditutup mayoritas menguat pada hari ini menyusul kenaikan harga minyak dan tembaga pekan ini.
Indeks acuan Jepang, Nikkei 225 ditutup melemah 0,56% ke level 22.783,98 karena USD melemah terhadap yen. Sebagian besar saham energi yang sempat naik di sesi sebelumnya memberikan beberapa keuntungan tersebut berakhir melemah.
Namun, di Korea Selatan, Indeks Kospi naik 1,26% ke level 2.467,49, melampaui indeks lain di kawasan ini. Langkah yang lebih tinggi didorong oleh kenaikan sektor teknologi.
Di Australia, Indeks S&P/ASX 200 naik 0,3% ditutup ke level 6.088,1, dengan keuntungan terlihat di sektor sumber daya dan telekomunikasi dengan sektor Utilitas dan industri melemah.
Pasar daratan China, Shanghai Composite naik tipis 0,65% ke level 3.297,21 dan Shenzhen Composite menguat 0,45% ke level 1.887,34.
(izz)
Lihat Juga :