Rupiah Lanjutkan Penguatan, Mendekati Rp13.400/USD
Jum'at, 05 Januari 2018 - 10:50 WIB
Rupiah Lanjutkan Penguatan, Mendekati Rp13.400/USD
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di perdagangan pasar spot, Jumat (5/1/2018) terus melaju. Indeks Bloomberg mencatat rupiah pada pagi ini dibuka menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.417 per dolar USD. Sekitar pukul 10.30 WIB, nilai tukar rupuah semakin perkasa 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.411 per USD, setelah pada Kamis lalu ditutup berada di angka Rp13.422 per USD.
Hal sama juga terlihat di data Yahoo Finance, dimana rupiah menguat 15 poin atau 0,11% menjadi Rp13.407 per USD, dimana Kamis lewat ditutup menguat ke level Rp13.422 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang NKRI pada Jumat pagi ini berada di posisi Rp13.401 per USD, menanduk 56 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp13.457 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Jumat ini berada di Rp13.405 per USD, terapresiasi 69 poin dari level kemarin sebesar Rp13.474 per USD. Minimnya sentimen negatif di dalam negeri membuat rupiah bisa melanjutkan reli terhadap dolar AS.
Melansir dari Reuters, Jumat ini, mata uang George Washington itu gagal mengambil keuntungan dari naiknya data pekerjaan swasta AS sebanyak 250.000. Hal ini disebabkan kenaikan data pekerjaan tidak diimbangi dengan kenaikan jumlah upah. "Ini tema yang sama dari 2017 sehingga melukai dolar. Karena hal tersebut memberikan kekhawatiran bagi inflasi yang rendah, dan akhirnya membatasi imbal hasil treasury," kata Junichi Ishikawa, analis forex senior di IG Securities di Tokyo.
Akibatnya indeks USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama, merugi 0,3%, kembali mendekati level terendah tiga bulan di angka 91,75. Ini memberi keuntungan bagi euro yang naik 0,45% pada semalam menjadi di USD1,2069 EUR. Dan ini membuat euro telah menguat 0,6% selama pekan ini. Jika kenaikan di atas USD1,2092 makan membawanya ke level tertinggi sejak Januari 2015.
Hal sama juga terlihat di data Yahoo Finance, dimana rupiah menguat 15 poin atau 0,11% menjadi Rp13.407 per USD, dimana Kamis lewat ditutup menguat ke level Rp13.422 per USD.
Data SINDOnews yang bersumber dari Limas, mata uang NKRI pada Jumat pagi ini berada di posisi Rp13.401 per USD, menanduk 56 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp13.457 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah pada Jumat ini berada di Rp13.405 per USD, terapresiasi 69 poin dari level kemarin sebesar Rp13.474 per USD. Minimnya sentimen negatif di dalam negeri membuat rupiah bisa melanjutkan reli terhadap dolar AS.
Melansir dari Reuters, Jumat ini, mata uang George Washington itu gagal mengambil keuntungan dari naiknya data pekerjaan swasta AS sebanyak 250.000. Hal ini disebabkan kenaikan data pekerjaan tidak diimbangi dengan kenaikan jumlah upah. "Ini tema yang sama dari 2017 sehingga melukai dolar. Karena hal tersebut memberikan kekhawatiran bagi inflasi yang rendah, dan akhirnya membatasi imbal hasil treasury," kata Junichi Ishikawa, analis forex senior di IG Securities di Tokyo.
Akibatnya indeks USD terhadap sekeranjang enam mata uang utama, merugi 0,3%, kembali mendekati level terendah tiga bulan di angka 91,75. Ini memberi keuntungan bagi euro yang naik 0,45% pada semalam menjadi di USD1,2069 EUR. Dan ini membuat euro telah menguat 0,6% selama pekan ini. Jika kenaikan di atas USD1,2092 makan membawanya ke level tertinggi sejak Januari 2015.
(ven)