Jelang IPO, Arab Saudi Ubah Status Saudi Aramco

Jum'at, 05 Januari 2018 - 14:55 WIB
Jelang IPO, Arab Saudi...
Jelang IPO, Arab Saudi Ubah Status Saudi Aramco
A A A
DUBAI - Arab Saudi telah mengubah status perusahaan minyak nasional Aramco menjadi perusahaan saham gabungan pada 1 Januari, buletin resmi kerajaan tersebut mengatakan pada hari ini sebagai langkah besar menjelang penawaran umum perdana (IPO) yang direncanakan.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/1/2018), buletin tersebut menyebutkan bahwa Aramco memiliki modal disetor penuh sebesar 60 miliar riyal (USD16 miliar) terbagi menjadi 200 miliar saham biasa. Dewan perusahaan akan memiliki 11 anggota dan kuasa untuk mencantumkan perusahaan di pasar domestik dan internasional.

Penjualan Aramco melalui IPO sekitar 5% yang diperkirakan akan berlanjut pada 2018, merupakan inti Visi 2030, sebuah rencana reformasi untuk mengurangi ketergantungan ekonomi Saudi terhadap minyak. Rencana tersebut diperjuangkan oleh Pangeran Saudi Mohammad bin Salman.

Pejabat Saudi mengatakan, pertukaran domestik dan internasional seperti New York, London, Tokyo dan Hong Kong sebagian perusahaan minyak negara.

Buletin resmi tersebut mengatakan bahwa pemerintah akan mengusulkan 6 anggota dewan Aramco, namun pemegang saham dengan hak lebih dari 0,1% berhak mengajukan seorang anggota majelis umum.

Pemerintah akan tetap menjadi pemegang saham utama Aramco dan mempertahankan keputusan akhir mengenai tingkat produksi nasional. IPO bisa menjadi yang terbesar dalam sejarah dan pejabat Saudi berharap bisa mengumpulkan dana sebanyak USD100 miliar.

Buletin resmi tersebut mengatakan bahwa IPO Armaco akan mematuhi peraturan bursa saham Saudi dan juga peraturan pasar internasional di mana sahamnya akan dicatatkan.

Investor sudah lama memperdebatkan apakah Aramco dapat dinilai mendekati USD2 triliun, angka yang diumumkan oleh putra mahkota, yang ingin mengumpulkan uang tunai melalui IPO untuk membiayai investasi yang bertujuan untuk membantu menyingkirkan Arab Saudi dari ketergantungannya pada ekspor minyak mentah.

Sebagai pemimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Arab Saudi juga memimpin anggota dan produsen minyak lainnya seperti Rusia untuk membatasi pasokan minyak di bawah pakta minyak global untuk menguras persediaan global dan meningkatkan harga minyak.

November lalu, produsen minyak yang tergabung dalam OPEC dan non-OPEC sepakat untuk memperpanjang pemotongan produksi minyak sampai akhir 2018 saat mereka mencoba menyelesaikan pembersihan minyak mentah global. Sementara memberi sinyal kemungkinan keluar lebih awal dari kesepakatan jika pasar terlalu panas.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
Saudi Dilaporkan Hapus...
Saudi Dilaporkan Hapus Beberapa Pembatasan untuk Pekerja Asing
Biden Berterimakasih...
Biden Berterimakasih pada Saudi atas Evakuasi Warga Asing dari Sudan
Evakuasi Berlanjut,...
Evakuasi Berlanjut, Kapal AL Saudi Angkut 199 Warga Asing dari Sudan
Pangeran Saudi: Tak...
Pangeran Saudi: Tak Ada Agen Asing dalam Pembunuhan Raja Faisal
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Pemimpin Asing Paling Populer di Indonesia
Berita Terkini
Hadir Kembali, Mandiri...
Hadir Kembali, Mandiri Donor Darah Gerakkan 280 Pendonor di 12 Region: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya
5 jam yang lalu
Tak Lagi Sekadar Hiburan,...
Tak Lagi Sekadar Hiburan, Industri Entertainment Kini Jadi Ladang Investasi Baru
5 jam yang lalu
Perkuat Kontribusi ke...
Perkuat Kontribusi ke Pembangunan Sultra, Setoran Pajak CNI Paling Besar
5 jam yang lalu
Nekat Melenceng dari...
Nekat Melenceng dari Jalur Bakal Disikat! Iran Ultimatum Keras soal Selat Hormuz
5 jam yang lalu
Satu Sendok, Sejuta...
Satu Sendok, Sejuta Mitos: Sasa Luruskan Fakta MSG yang Benar
6 jam yang lalu
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
6 jam yang lalu
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved