BEI Tegaskan Reshuffle Kabinet Tak Pengaruhi Pasar Saham
Rabu, 17 Januari 2018 - 12:56 WIB
BEI Tegaskan Reshuffle Kabinet Tak Pengaruhi Pasar Saham
A
A
A
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan, reshuffle Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (Jokowi-JK) tidak memengaruhi pasar saham.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, perombakan Kabinet Kerja hanya sebagai proses pengisian jabatan yang sebelumnya dinilai tidak menguntungkan.
"Reshuffle ada enggaknya pengaruh ke pasar (saham), kami kira proses reshuffle ini pengisian jabatan yang saat ini. Tidak terlalu pengaruh ke perkembangan perdagangan di BEI," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/1/2018).
Menurutnya, tidak adanya dampak ke pasar modal karena kebijakan pemerintah secara keseluruhan tetap sama meski berganti orang. "Karena memang menteri yang baru akan lakukan kebijakan lama. Mestinya demikian karena proses ini tinggal satu dua tahun lagi dan kami kira kebijakan umum pemerintah sudah jelas dan ini yang jadi patokan investor dalam berinvestasi," imbuhnya.
Samsul menuturkan, program jangka panjang pemerintahan Jokowi-JK yakni pembangunan infrastruktur menjadi pegangan investor. Dia mengatakan, bukan siapa orang yang diganti dan bukan membuat oemikiran lain melainkan masterplan pemerintah dalam hal ini rencana pembangunan jangka panjang.
"Saya kira untuk beberapa sektor yang berpengaruh seperti Kementerian Keuangan atau Kementerian BUMN bisa berpengaruh cuma pengaruhnya enggak signifikan, hanya shock sebentar, ada adjustment dari investor dan rebalancing lagi," tutur dia.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat mengatakan, perombakan Kabinet Kerja hanya sebagai proses pengisian jabatan yang sebelumnya dinilai tidak menguntungkan.
"Reshuffle ada enggaknya pengaruh ke pasar (saham), kami kira proses reshuffle ini pengisian jabatan yang saat ini. Tidak terlalu pengaruh ke perkembangan perdagangan di BEI," ujarnya di Jakarta, Rabu (17/1/2018).
Menurutnya, tidak adanya dampak ke pasar modal karena kebijakan pemerintah secara keseluruhan tetap sama meski berganti orang. "Karena memang menteri yang baru akan lakukan kebijakan lama. Mestinya demikian karena proses ini tinggal satu dua tahun lagi dan kami kira kebijakan umum pemerintah sudah jelas dan ini yang jadi patokan investor dalam berinvestasi," imbuhnya.
Samsul menuturkan, program jangka panjang pemerintahan Jokowi-JK yakni pembangunan infrastruktur menjadi pegangan investor. Dia mengatakan, bukan siapa orang yang diganti dan bukan membuat oemikiran lain melainkan masterplan pemerintah dalam hal ini rencana pembangunan jangka panjang.
"Saya kira untuk beberapa sektor yang berpengaruh seperti Kementerian Keuangan atau Kementerian BUMN bisa berpengaruh cuma pengaruhnya enggak signifikan, hanya shock sebentar, ada adjustment dari investor dan rebalancing lagi," tutur dia.
(izz)
Lihat Juga :