Rupiah Membaik meski USD Bangkit dari Posisi Terendah Tiga Tahun

Kamis, 18 Januari 2018 - 17:14 WIB
Rupiah Membaik meski...
Rupiah Membaik meski USD Bangkit dari Posisi Terendah Tiga Tahun
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat meski USD mampu bangkit dari posisi terendahnya dalam tiga tahun.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg di akhir sesi hari ini ke level Rp13.347/USD atau menguat dari penutupan kemarin di posisi Rp13.359/USD. Pergerakan harian rupiah berada di kisaran Rp13.339-Rp13.375/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah hingga sesi perdagangan sore berada di level Rp13.345/USD atau tercatat membaik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.358/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.338-Rp13.370/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.370/USD atau melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.360/USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, hari ini tertahan di level Rp13.365/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jatuh dibanding posisi perdagangan kemarin di level Rp13.323/USD.

Seperti dilansir Reuters, USD naik dari level terendahnya dalam tiga tahun karena yield Treasury AS naik mendorong beberapa investor untuk membeli greenback. namun, pasar tetap berhati-hati terhadap prospek mata uang di tengah kurangnya tekanan harga.

Imbal hasil pada obligasi pemerintah AS naik menjadi 2,06% pada tingkat tertinggi sejak 2008, sementara imbal hasil Treasury 10-tahun mencapai 2,60%, tingkat tertinggi tahun lalu.

Hal itu mendorong beberapa investor untuk memangkas beberapa taruhan bearish mereka terhadap USD yang telah mengalami penurunan lebih dari 2% dalam dua pekan pertama tahun ini setelah menurun 10%.

USD naik 0,2% menjadi 90,73 melawan beberapa mata uang lainnya setelah jatuh ke level terendah pada Desember 2014 di posisi 90.113. Euro terhadap USD bertahan pada level 1,2194, naik 0,1% pada hari tersebut. Namun, di bawah level tertingginya di level 1,2323 pada Rabu, level terkuat euro sejak Desember 2014.

Euro telah tergelincir pada Rabu karena pembuat kebijakan ECB Ewald Nowotny mengatakan kepada wartawan bahwa kekuatan baru-baru ini terhadap USD adalah "tidak membantu", yang mendorong adanya aksi ambil untung sebelum sebuah pertemuan kebijakan pekan depan.

Di tempat lain, dolar Kanada terhadap USD turun sekitar 0,1% menjadi 1,2450. Dolar Kanada kemrin fluktuatif dalam kisaran 1.2540 yang relatif luas menjadi 1.2362.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
43 menit yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
22 Tahun Mangkrak, 109...
22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel di Jakarta Dibongkar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved