Wall Street Menguat Berkat Kenaikan Sektor Konsumen
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:23 WIB
Wall Street Menguat Berkat Kenaikan Sektor Konsumen
A
A
A
NEW YORK - Wall Street pada perdagangan kemarin ditutup naik dipimpin kenaikan sektor konsumen, bahkan karena kemungkinan penutupan pemerintah semakin meningkat.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (20/1/2018), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 53,91 poin atau 0,21% menjadi 26.071,72, Indeks S&P 500 menguat 12,27 poin atau 0,44% menjadi 2.810,3 dan Nasdaq Composite bertambah 40,33 poin atau 0,55% menjadi 7.336,38.
Inedks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi, sementara Dow Jones berakhir lebih tinggi setelah diperdagangkan dalam kisaran yang sempit.
Saham Nike Inc (NKE.N), Philip Morris International Inc (PM.N) dan Home Depot Inc (HD.N) naik antara 1,5% dan 4,8% pada ekspektasi analis optimis, membantu meningkatkan S&P 500. Sebaliknya, pelemahan saham International Business Machines Corp (IBM.N) dan American Express (AXP.N) membatasi kenaikan Dow jones.
Untuk pekan ini, Dow Jones naik 1,04%, S&P 500 bertambah 0,86% dan Nasdaq menguat 1,04%. Sembilan dari 11 sektor utama Indeks S&P lebih tinggi, dipimpin kenaikan 1,1% pada sektor konsumsi konsumen dan kenaikan 0,9%. Perkiraan laba setahun penuh mengecewakan dari IBM mendorong sahamnya turun 4,0%, kerugian terbesar satu hari sejak Juli.
Saham American Express tergelincir 1,8% setelah membukukan kerugian kuartalan pertama dalam 26 tahun dan menunda pembelian kembali saham untuk enam bulan ke depan.
"Pasar cukup gugup sebagai hasil dari penutupan potensial. Dari perspektif jangka panjang, pendapatan perusahaan masih kuat dan kita akan terlibat dalam manfaat reformasi pajak," kata Kevin Miller, chief executive E-Valuator Funds di Bloomington, Minnesota.
Senat AS berpacu untuk mencegah penutupan menjelang tenggat waktu tengah malam mengenai tindakan pengeluaran di tengah perselisihan yang masih berlangsung antara Demokrat dan Republik.
Perundingan berlanjut pada Jumat setelah pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih untuk mengatasi kebuntuan tersebut.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (20/1/2018), Indeks Dow Jones Industrial Average naik 53,91 poin atau 0,21% menjadi 26.071,72, Indeks S&P 500 menguat 12,27 poin atau 0,44% menjadi 2.810,3 dan Nasdaq Composite bertambah 40,33 poin atau 0,55% menjadi 7.336,38.
Inedks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi, sementara Dow Jones berakhir lebih tinggi setelah diperdagangkan dalam kisaran yang sempit.
Saham Nike Inc (NKE.N), Philip Morris International Inc (PM.N) dan Home Depot Inc (HD.N) naik antara 1,5% dan 4,8% pada ekspektasi analis optimis, membantu meningkatkan S&P 500. Sebaliknya, pelemahan saham International Business Machines Corp (IBM.N) dan American Express (AXP.N) membatasi kenaikan Dow jones.
Untuk pekan ini, Dow Jones naik 1,04%, S&P 500 bertambah 0,86% dan Nasdaq menguat 1,04%. Sembilan dari 11 sektor utama Indeks S&P lebih tinggi, dipimpin kenaikan 1,1% pada sektor konsumsi konsumen dan kenaikan 0,9%. Perkiraan laba setahun penuh mengecewakan dari IBM mendorong sahamnya turun 4,0%, kerugian terbesar satu hari sejak Juli.
Saham American Express tergelincir 1,8% setelah membukukan kerugian kuartalan pertama dalam 26 tahun dan menunda pembelian kembali saham untuk enam bulan ke depan.
"Pasar cukup gugup sebagai hasil dari penutupan potensial. Dari perspektif jangka panjang, pendapatan perusahaan masih kuat dan kita akan terlibat dalam manfaat reformasi pajak," kata Kevin Miller, chief executive E-Valuator Funds di Bloomington, Minnesota.
Senat AS berpacu untuk mencegah penutupan menjelang tenggat waktu tengah malam mengenai tindakan pengeluaran di tengah perselisihan yang masih berlangsung antara Demokrat dan Republik.
Perundingan berlanjut pada Jumat setelah pemimpin Demokrat Senat Chuck Schumer bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih untuk mengatasi kebuntuan tersebut.
(izz)
Lihat Juga :