IHSG Naik 4,49 Poin, Pasar Asia Lemah Imbas Government Shutdown
Senin, 22 Januari 2018 - 09:49 WIB
IHSG Naik 4,49 Poin, Pasar Asia Lemah Imbas Government Shutdown
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (22/1/2018) dibuka menguat 0,07% atau 4,49 poin di level 6.495,38. IHSG melanjutkan penguatan perdagangan akhir pekan lalu (18/1), yang ditutup menorehkan rekor dengan naik 0,28% atau 18,23 poin di posisi 6.490,90, level tertinggi sepanjang masa.
Mayoritas sektor saham bergerak positif dengan pertambangan naik hingga 2,12%, sementara sektor properti tertekan 0,36%. Dari 370 saham, 177 menguat, 118 stagnan, dan 75 tertekan.
Nilai transaksi saham pagi ini Rp979 miliar dari 1,487 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing Rp9,76 miliar, dimana aksi beli asing Rp238,43 miliar berbanding aksi jual asing Rp228,66 miliar.
Vice President Research Department Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, penguatan IHSG ditunjang oleh capital inflow yang masih terlihat terus terjadi.
"Kondisi perekonomian yang stabil juga menjadi daya tarik bagi investor, rilis kinerja emiten tahunan yang diperkirakan bakal banya yang membaik juga menjadi salah satu faktor penunjuang kenaikan IHSG," ujarnya di Jakarta, Senin (22/1/2018).
Alhasil, sejauh ini IHSG belum berdampak terhadap masalah politik di Amerika Serikat yaitu Government Shutdown. Hal ini berbeda dengan kebanyakan bursa Asia, yang diperdagangkan melemah pada hari Senin karena investor terus mengawasi perkembangan politik di AS.
Mengutip CNBC, Senin ini, indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 0,15% atau 36,04 poin menjadi 23.772,02.Sementara itu, Kospi Korea Selatan turun 0,96% karena saham Samsung Electronics turun 2,27%.
Begitu pula pasar Australia, S&P/ASX 200 yang turun 0,11%, dimana saham keuangan turun 0,68% membebani indeks lebih luas. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,05%. Di daratan China, indeks Shanghai bertambah 0,19%, Shenzhen turun 0,32%.
Mayoritas sektor saham bergerak positif dengan pertambangan naik hingga 2,12%, sementara sektor properti tertekan 0,36%. Dari 370 saham, 177 menguat, 118 stagnan, dan 75 tertekan.
Nilai transaksi saham pagi ini Rp979 miliar dari 1,487 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing Rp9,76 miliar, dimana aksi beli asing Rp238,43 miliar berbanding aksi jual asing Rp228,66 miliar.
Vice President Research Department Indosurya Sekuritas, William Surya Wijaya mengatakan, penguatan IHSG ditunjang oleh capital inflow yang masih terlihat terus terjadi.
"Kondisi perekonomian yang stabil juga menjadi daya tarik bagi investor, rilis kinerja emiten tahunan yang diperkirakan bakal banya yang membaik juga menjadi salah satu faktor penunjuang kenaikan IHSG," ujarnya di Jakarta, Senin (22/1/2018).
Alhasil, sejauh ini IHSG belum berdampak terhadap masalah politik di Amerika Serikat yaitu Government Shutdown. Hal ini berbeda dengan kebanyakan bursa Asia, yang diperdagangkan melemah pada hari Senin karena investor terus mengawasi perkembangan politik di AS.
Mengutip CNBC, Senin ini, indeks Nikkei 225 Jepang jatuh 0,15% atau 36,04 poin menjadi 23.772,02.Sementara itu, Kospi Korea Selatan turun 0,96% karena saham Samsung Electronics turun 2,27%.
Begitu pula pasar Australia, S&P/ASX 200 yang turun 0,11%, dimana saham keuangan turun 0,68% membebani indeks lebih luas. Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,05%. Di daratan China, indeks Shanghai bertambah 0,19%, Shenzhen turun 0,32%.
(ven)
Lihat Juga :