Kemenkop UKM Awasi 1.400 Koperasi dan Periksa 205 Koperasi

Sabtu, 27 Januari 2018 - 00:11 WIB
Kemenkop UKM Awasi 1.400...
Kemenkop UKM Awasi 1.400 Koperasi dan Periksa 205 Koperasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) sepanjang tahun 2017 lalu mengawasi sebanyak 1.400 koperasi skala nasional. Dari jumlah tersebut yang diperiksa ada sebanyak 205 koperasi. Selanjutnya sebanyak 100 koperasi dinilai kesehatannya.

“Hasilnya diketahui lebih dari 50% dinilai cukup sehat. Selain itu kami juga memberikan beberapa sanksi administrative berupa teguran tertulis I, teguran tertulis II, sanksi rehabilitasi dan ada juga kiperasi yang dibekukan izin usaha simpan pinjamnya,” kata Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Suparno kepada pers di Gedung Kemenkop UKM, Jumat (26/1).

Menurutnya, berdasarkan hasil pengawasannya ternyata dari sebanyak 205 koperasi tingkat pusat tersebut diketahui adanya beberapa permasalahan. Seperti di kelembagaan, koperasi tersebut tidak memiliki anggaran dasar dan rumat tangga.

“Bahkan juga ditemukan di beberapa koperasi simpan pinjam yang memberlakukan bunga tinggi tanpa sepengetahuan anggotanya. Bahkan ada koperasi yang bisa dipailitkan oleh anggotanya, padahal hal semacam ini tidak benar dan seharusnya tidak boleh terjadi,” kata Suparno.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan pihaknya selama 2017 telah memberikan sanksi terhadap 11 koperasi dan memantau 10 koperasi yang melakukan investasi illegal. Aksi tegas lainnya Kemenkop UKM juga telah menutup 54 kantor cabang koperasi di 54 kabupaten.

Selain melakukan pengawasan, Deputi Bidang Pengawasan Kemenkop UKM juga melaksanakan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis terkait peraturan bidang pengawasan. Sosialisasi digelar di 19 provinsi. Di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten Bali, Sulawesi Selatan, Lampung dan daerah lainnya.

Untuk upaya pencegahan, kata Suparno, Kemenkop UKM juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam tujuan memperluas akses keuangan untuk pengembangan koperasi dan UKM.

Kemudian bekera sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam upaya pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme dalam koperasi. Kemenkop UKM juga bekerjas sama dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dalam upaya pengawasan kemitraan koperasi dan UKM.

“Semua itu kami lakukan dengan tujuan sesuai fungsi tugas kami yakni mengembalikan koperasi kepada jati dirinya yang harus dijaga. Jangan sampai disalahgunakan oleh pihak yang memanfaatkan lembaga koperasi untuk tujuan tidak baik,” pungkas Suparno.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pernyataan Shadow Banking...
Pernyataan Shadow Banking Jadi Polemik, Ini Penjelasan Kemenkop UKM
Menkop Teten: 40% UMKM...
Menkop Teten: 40% UMKM Terpaksa Tutup Terdampak Virus Corona
Hindari Penumpang Gelap...
Hindari Penumpang Gelap di Koperasi, KemenKop UKM Turunkan Tim Pengawas
Satgas Penanganan Koperasi...
Satgas Penanganan Koperasi Bermasalah Kemenkop dan UKM Siapkan SOP Pendampingan
Koperasi RI Ketinggalam...
Koperasi RI Ketinggalam Zaman, Baru 0,73% Punya Website
Menakar Siapa Paling...
Menakar Siapa Paling Tepat Mengawasi Koperasi, OJK atau Kemenkop UKM?
Berita Terkini
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
25 menit yang lalu
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
1 jam yang lalu
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
1 jam yang lalu
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
2 jam yang lalu
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
10 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
10 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved