Ketika Lumbung Padi Beralih Fungsi

Senin, 29 Januari 2018 - 05:00 WIB
Ketika Lumbung Padi...
Ketika Lumbung Padi Beralih Fungsi
A A A
KEDATANGAN Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa Gedungarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Tengah, Senin (22/1/2018) pekan lalu, disambut protes puluhan petani. Amran datang untuk meninjau panen raya di desa tersebut. Sambil berdiri berbaris, puluhan petani memegang spanduk bertuliskan: "Stop Impor Beras", "Pak Menteri Tolak Beras Impor", dan uraian penolakan lainnya. Sesekali mereka pun meneriakkan, "Tolak, tolak impor beras."

Koordinator aksi, Kastubi, mengatakan, kini di daerahnya sudah mulai panen raya. Jika impor dilakukan, dia khawatir harga beras akan terjun bebas. "Baru dengar ada kabar beras impor saja, harga gabah di sini sudah turun. Gimana kalau jadi masuk sini?" protesnya. Menurut informasi, gabah basah harganya Rp5.200/kg. Harga tersebut turun dari sebelumnya yang Rp5.400/kg.

Sehari berikutnya, nada protes juga datang dari Kudus, Jawa Tengah. Saat Amran berkunjung ke sana, Bupati Kudus Musthofa menunjukkan sikap tak bersahabat. Dia menolak kebijakan impor beras. "Jangan sampai beras impor masuk Kudus," sergahnya. Pasalnya, produksi padi di Kota Kretek ini cukup melimpah.

Data Dinas Pertanian Kudus, panen di Kabupaten itu pada Januari 2018 seluas 1.871 hektare (ha) atau setara beras 6.637 ton. Sementara, panen Februari mencakup 7.163 ha atau setara 25.780 ton beras dan Maret 2.293 ha, setara 8.251 ton beras. Untuk melayani penduduk 841 ribu jiwa, kebutuhan beras sebulan diperkirakan 6.513 ton. Artinya, selama tiga bulan mengalami surplus.

Dari angka-angka itu, Kudus ikut memberikan sumbangsih 1,62% dari seluruh luas panen di Jateng yang sebesar 628.255 ha pada triwulan yang sama. "Sudah disampaikan ke beliau. Walau kami terkecil, tapi mampu nyumbang beras. Jadi, tak perlu lagi impor," cetusnya kepada SINDO Weekly, Jumat (26/1/2018) lalu.

Apakah kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintah tepat? Apa semestinya respons pemerintah atas aspirasi para petani? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 48/VI/2018 yang terbit Senin (29/1/2018).

Ketika Lumbung Padi Beralih Fungsi
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Tenang! Pembatalan Ekspor...
Tenang! Pembatalan Ekspor Beras 1 Juta Ton oleh India Ternyata Kebanyakan Menir
Harga Beras Impor Menggila,...
Harga Beras Impor Menggila, Bos Bapanas: Berapapun Kita Beli
Bulog-Bapanas Didesak...
Bulog-Bapanas Didesak Turunkan Harga Beras di Tengah Denda Impor Rp294,5 M
Beras Impor Vietnam...
Beras Impor Vietnam Masuk ke Pasar Cipinang, Pedagang Menjerit
Impor Beras Indonesia...
Impor Beras Indonesia Melonjak 135% Jadi Rp4,3 Triliun di Januari 2024
Berita Terkini
IHSG Ambruk 4,55% dalam...
IHSG Ambruk 4,55% dalam Sepekan, Ini Saham-saham yang Cuan dan Boncos
2 jam yang lalu
Investor Saham Meningkat,...
Investor Saham Meningkat, Stockbit Andalkan Keamanan Berlapis
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000, Buyback Melesat Rp38.000 per Gram
3 jam yang lalu
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
4 jam yang lalu
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
4 jam yang lalu
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
4 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Tetap...
3 Negara yang Tetap Mendukung Israel Ketika Dunia Mengutuknya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved