Komoditas Manis Negeri Agraris

Senin, 29 Januari 2018 - 06:00 WIB
Komoditas Manis Negeri...
Komoditas Manis Negeri Agraris
A A A
NEGARA agraris. Sebutan bagi Indonesia itu pernah sangat akrab dalam setiap isu sosial ekonomi semasa Orde Baru. Buku-buku pelajaran sekolah dari SD sampai SMA tak lupa menyisipkan frasa tersebut sehingga melekat dalam benak setiap orang.

Tak bisa dimungkiri, pada masa itu sebagian besar masyarakat Indonesia memang hidup dari bercocok tanam. Menurut data Kementerian Pertanian, pada 1980 lahan sawah di Indonesia seluas 7,7 juta hektare. Luas areal pertanian itu terus bertambah dan menjadi 8,3 juta hektare pada 1990. Pada periode itu, tepatnya pada 1984, Indonesia mencapai swasembada beras.

Sayangnya, situasi itu tidak bertahan lama. Sejak awal 1990-an, luas areal pertanian terus susut, diikuti turunnya jumlah petani. Selama 10 tahun sejak 2003 saja, luas lahan pertanian berkurang 5 juta hektare lebih. Bila pada 2003 terdapat 31,7 juta keluarga tani, pada 2013 tercatat 26,14 juta keluarga tani. Tren tersebut berlanjut hingga saat ini.

Lalu, masih relevankah menyebut Indonesia sebagai negara agraris saat ini? Tentu tidak mudah menjawabnya karena sangat bergantung pada aspek yang dilihat. Yang pasti, sampai saat ini, sektor pertanian masih memegang peran penting dalam perekonomian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan data bahwa sektor pertanian memberikan kontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi selama 2017.

Dilihat dari sisi produksi, sektor pertanian merupakan sektor kedua paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan. Pada triwulan II-2017, sektor pertanian menyumbang 13,92% produk domestik bruto (PDB) yang mencapai Rp3.366,8 triliun. Pada triwulan berikutnya, sektor pertanian juga menyumbang 13,96% dari PDB sebesar Rp3.502,3 triliun.

Lalu mengapa Indonesia kerap mengimpor komoditas pertanian? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 48/VI/2018 yang terbit Senin (29/1/2018).

Komoditas Manis Negeri Agraris
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Beras Dinilai Cukup,...
Stok Beras Dinilai Cukup, Tiga Organisasi Pertanian Tolak Impor
Soal Impor Beras, Pengamat...
Soal Impor Beras, Pengamat Sebut Ada Miskoordinasi Antar Kementerian
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Kinerja Pertanian Mengejutkan
Kinerja Pertanian Mengejutkan
Persoalan Cadangan Beras...
Persoalan Cadangan Beras Indonesia Selalu Berulang Setiap Tahun
Perkuat CBP, Pemerintah...
Perkuat CBP, Pemerintah Impor 24.000 Ton Beras
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
26 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
36 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved