Tren Baru Nontunai

Senin, 29 Januari 2018 - 06:30 WIB
Tren Baru Nontunai
Tren Baru Nontunai
A A A
WARTEG atau Warung Tegal Kharisma Bahari yang persis berada di bibir Jalan Ciputat Raya Pondok Pinang, Jakarta Selatan, sepintas tak jauh beda dari warteg kebanyakan. Meja dan bangku terbuat dari kayu dan tripleks. Menu makanan dan minuman yang disajikan juga tak ada yang istimewa. Nah, hal berbeda dari warteg yang satu ini adalah pembayarannya. Selain bisa menggunakan tunai, warteg ini juga menerima pembayaran melalui quick response code (QR Code).

Memang, sejak beberapa tahun terakhir ini, pembayaran melalui QR Code mulai marak di Indonesia. Perkembangannya begitu cepat. Sistem pembayaran yang tadinya disediakan oleh ritel (toko) modern kini sudah merambah ke warteg dan bahkan pedagang kaki lima di pinggir jalan. "Ya, marak di beberapa merchant, seperti kafe, restoran, dan food court," kata Eny Panggabean, Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Alat Pembayaran Bank Indonesia (BI), Kamis (25/1/2018) pekan lalu.

Jika para pedagang tradisional mulai menerima pembayaran melalui QR Code, sebenarnya bukan hanya agar kelihatan modern. Lebih dari itu, para pedagang ingin membidik anak muda (kaum milenial) yang dianggap lebih melek teknologi dibandingkan generasi sebelumnya. Jadi, tak mengherankan bila Warung Tegal Kharisma Bahari lebih banyak dikunjungi oleh kawula muda.

BI memproyeksikan sistem pembayaran dengan menggunakan QR Code akan menjadi salah satu tren ke depan seiring dengan makin banyaknya pengguna ponsel pintar. "Prospek QR Code cukup baik," tambah Eny lagi.

Sejatinya bukan karena alasan itu saja transaksi dengan QR Code akan jadi tren. QR Code lebih disenangi karena faktor keamanan, efektivitas, dan murahnya implementasi teknologi ini. "Yang pasti, biayanya bisa lebih murah karena investasi alatnya minimum," kata Dian kurniadi, Head of Digital Payment Working Group Asosiasi FinTech Indonesia, Rabu (24/1/2018) pekan lalu.

Bagaimana sebenarnya sistem kerja dari QR Code tersebut? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi 48/VI/2018 yang terbit Senin (29/1/2018).

Tren Baru Nontunai
(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
MotionBanking Mengintegrasikan...
MotionBanking Mengintegrasikan Fitur e-Money dari MotionPay
Perkuat Inovasi Teknologi,...
Perkuat Inovasi Teknologi, BNC Bertekad Jadi Bank Digital Terdepan
Mandiri E-Money Kini...
Mandiri E-Money Kini Bisa Digunakan di Layanan Teman Bus
Hingga Juli, Transaksi...
Hingga Juli, Transaksi E-Money Mandiri Capai Rp7,4 Triliun
Bank Mandiri Terbitkan...
Bank Mandiri Terbitkan Kartu E-Money Edisi Jak Lingko
GoPay Tetap Memimpin...
GoPay Tetap Memimpin Pasar E-Money Indonesia
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
4 jam yang lalu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
4 jam yang lalu
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
4 jam yang lalu
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
4 jam yang lalu
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
4 jam yang lalu
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved