Pendapatan Lockheed Martin Capai USD1,9 Miliar di Kuartal IV 2017

Senin, 29 Januari 2018 - 23:06 WIB
Pendapatan Lockheed...
Pendapatan Lockheed Martin Capai USD1,9 Miliar di Kuartal IV 2017
A A A
NEW YORK - Salah satu industri pertahanan Amerika Serikat yaitu Lockheed Martin Corp (LMT) mencatat peningkatan pendapatan kuartalan yang melebihi perkiraan Wall Street. Melansir Reuters, Senin (29/1/2018), Lockheed mencatat pendapatan sebesar USD1,9 miliar pada kuartal IV 2017 berkat tingginya penjualan jet tempur F-35.

Peningkatan pendapatan ini juga berkat perubahan kode pajak Amerika Serikat yang diinisiasi oleh Presiden AS Donald Trump, yang disahkan menjadi undang-undang pada Desember lalu. Trump melakukan pemangkasan pajak perusahaan.

Hasil ini membuat penjualan bersih Lockheed Martin pada 2017 menjadi USD15,14 miliar, lebih tinggi dari penjualan tahun 2016 sebesar USD13,75 miliar. Hasil tahun 2017 mengalahkan perkiraan Wall Street sebesar USD14,72 miliar. Hasil demikian membuat saham kontraktor pertahanan AS itu naik 2,2% menjadi USD352,42 per lembar saham pada pembukaan perdagangan Senin waktu AS.

Untuk tahun 2018 ini, Lockheed memperkirakan penjualan bersih mereka bisa di kisaran USD50 miliar hingga USD51,5 miliar dan laba bersih per saham sebesar USD15,20 sampai USD15,50.

Optimisme tersebut bukan tanpa sebab. Karena di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat meningkatkan belanja pertahanan mereka. Lockheed diperkirakan memperoleh keuntungan dari peningkatan belanja pertahanan.

Trump diperkirakan akan meminta dana USD716 miliar untuk belanja pertahanan dalam anggaran 2019 yang akan diungkapkan bulan depan. Hal ini meningkat 7% dari anggaran tahun 2018. Adapun anggaran tahun 2018 sebesar USD700 miliar dan masih dibahas di Kongres.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Variatif...
Wall Street Variatif Saat Indeks S&P Dalam Jalur Terbaik 34 Tahun
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Anjlok Lebih 1%, Dipicu Kekhawatiran Ekonomi AS
Terancam Resesi Ekonomi...
Terancam Resesi Ekonomi AS, Wall Street Dibuka Jatuh
Wall Street Jatuh Terseret...
Wall Street Jatuh Terseret Data Ekonomi dan Laporan Perusahaan
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit di Tengah Harapan Ekonomi, Saham Perbankan Melompat
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
7 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
7 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
8 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
8 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
8 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
8 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved