Wall Street Berakhir Tersandung Pelemahan Saham Sektor Kesehatan

Rabu, 31 Januari 2018 - 08:06 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Tersandung Pelemahan Saham Sektor Kesehatan
A A A
NEW - Wall Street kembali mengalami pelemahan sepanjang dua hari beruntun dengan persentase kejatuhan Dow Jones paling besar sejak September 2016. Tekanan terhadap bursa saham Amerika Serikat (AS) juga datang dari penyusutan saham kesehatan serta lonjakan obligasi.

Dow juga mencetak persentase kemerosotan harian tertinggi sejak Mei 2017. Pelemahan ini kedua kalinya sejak Donald Trump memimpin Gedung Putih yang dijadwalkan bakal memberikan pidato kenegaraan.

Pada perdagangan kemarin waktu setempat, saham kesehatan menarik indeks utama lebih rendah ditambah kinerja beberapa perusahaan berada dalam tren negatif. Ketika Amazon.com Inc (AMZN. O), Berkshire Hathaway Inc (BRKa.N) dan JPMorgan Chase & Co (JPM. N) berencana bersama-sama membentuk perusahaan kesehatan untuk membantu mengendalikan biaya karyawan AS.

Indeks S & P 500 kesehatan. SPXHC jatuh paling dalam di antara 11 sektor utama lainnya yang menyusut mencapai sebesar 2,13%. "Investor mulai tidak lagi khawatir tentang inflasi yang telah menyebabkan beberapa orang yakin bahwa Fed mungkin lebih agresif untuk kembali menaikkan suku bunga," kata Kepala Investasi Strategi SlateStone Robert Pavlik.

Dow Jones Industrial Average. DJI jatuh sebesar 362,59 poin atau 1,37% ke level 26.076,89 dan indeks S & P 500. SPX kehilangan 31,1 poin yang setara dengan 1,09% menjadi 2.822,43. Sedangkan komposit Nasdaq berkurang 64,02 poin atau 0,86% diposisi 7.402,48.

Saham MetLife Inc anjlok 8,6% untuk jadi beban terbesar indeks S & P 500 setelah dikabarkan US Securities and Exchange Commission menyelidiki kegagalan perusahaan asuransi membayar pensiun beberapa pekerja. Sementara UnitedHealth Group Inc (UNH. N) jadi hambatan terbesar Dow Jones lewat pelemahan 4,3%.

Pfizer Inc (Lestari. N) juga levih rendah 3,1% meskipun lebih baik dari yang diharapkan di 2018. Saham lainnya yang juga mengalami tekanan seperti Harley-Davidson Inc (HOG. N) ditutup tergelincir 8,0% serta saham Apple Inc (AAPL. O) gagal untuk bangkit ketika jatuh untuk kedua kalinya mencapai 0,6%.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
7 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
7 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
9 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
9 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
10 jam yang lalu
Infografis
5 Manfaat Salat Tarawih...
5 Manfaat Salat Tarawih bagi Kesehatan yang Harus Diketahui
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved