Tembus Rekor, Bamsoet Sebut IHSG Entitas Paling Berharga
Kamis, 01 Februari 2018 - 08:05 WIB
Tembus Rekor, Bamsoet Sebut IHSG Entitas Paling Berharga
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) puji Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai entitas paling berprestasi di awal tahun 2018. Seperti diketahui IHSG sepanjang 2018 terus menggambarkan sinyal positif dengan menembus rekor di atas 6600.
Seperti yang terjadi pada, Rabu (31/1) kemarin ketika indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, ditutup pada angka 6.605,63. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada BEI yang menjadi salah satu entitas paling berprestasi di republik ini sepanjang 2017 dan juga bulan pertama 2018 ini,” kata Bamsoet kemarin bersama Direktur BEI Tito Sulistio serta vokalis GodBless Ahmad Albar menutup transaksi perdagangan Januari 2018.
Politikus Partai Golkar itu mengapresiasi Tito dan BEI atas keberhasilan IHSG memecahkan rekor. Bamsoet menilai ini menjadi bukti bahwa BEI merupakan bursa yang paling menguntungkan di dunia. Menurutnya, hal ini menunjukkan kinerja positif sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo dan banyak pihak.
"Tidak heran presiden datang ke penutupan bursa pada tahun lalu. Biasanya datangnya pembukaan, tapi ini juga ke penutupan. Menurut saya ini luar biasa,” ucap mantan petinggi KADIN ini.
Bamsoet menyebutkan, BEI merupakan salah satu barometer kepercayaan dunia internasional kepada perekonomian Indonesia yang berjalan stabil di atas koridor demokrasi, keamanan dan ketertiban. Dia mengatakan, stabilitas pasar modal juga ditopang oleh stabilitas politik dan ekonomi. Menurutnya, kepercayaan pasar menjari modal besar dalam membangun Indonesia.
“Tugas dan tanggung jawab saya sebagai ketua DPR adalah menjaga situasi politik tetap kondusif untuk menjaga demokrasi kita menjadi produktif untuk pembangunan bangsa. Sehingga rakyat menjadi sejahtera dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, runtuhnya balkon BEI beberapa waktu lalu memang sempat membuat heboh karena mengakibatkan puluhan orang terluka. Politikus berlatar pengusaha itu pun mengaku ikut prihatin atas insiden itu. Namun, Bamsoet mengatakan insiden itu tak berdampak panjang, termasuk dalam perdagangan pasar modal. “Karena nyatanya performa BEI terus menerus menembus rekor tertinggi,” ucapnya.
Bamsoet bahkan sempat melontarkan canda tentang penggunaan patung banteng sebagai simbol bursa saham. Di banyak bursa saham, banteng menjadi simbol pasar yang menggeliat positif. “Pertanda laris manis. Saya pikir, lucu juga simbolnya banteng,” terang dua.
Tidak hanya sampai di situ, Bamsoet pun kemudian menambahkan candaan soal simbol pasar modal. "Saya bisa usul juga untuk simbol pasar modal stabil, kokoh, dan kuat, seperti pohon, misalnya pohon beringin,” kata Bamsoet berkelakar yang lanngsung mengundang tawa.
Lebih lanjut Bamsoet punya harapan lebih tinggi terhadap kinerja positif BEI. Dia menegaskan BEI harus semakin besar manfaatnya untuk mengatasi kesenjangan kemiskinan. "Emiten yang melantai di bursa bisa untung dan membuka lapangan pekerjaan di semua sektor pekerjaan,” imbuh Bamsoet.
Seperti yang terjadi pada, Rabu (31/1) kemarin ketika indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, ditutup pada angka 6.605,63. “Saya ingin mengucapkan selamat kepada BEI yang menjadi salah satu entitas paling berprestasi di republik ini sepanjang 2017 dan juga bulan pertama 2018 ini,” kata Bamsoet kemarin bersama Direktur BEI Tito Sulistio serta vokalis GodBless Ahmad Albar menutup transaksi perdagangan Januari 2018.
Politikus Partai Golkar itu mengapresiasi Tito dan BEI atas keberhasilan IHSG memecahkan rekor. Bamsoet menilai ini menjadi bukti bahwa BEI merupakan bursa yang paling menguntungkan di dunia. Menurutnya, hal ini menunjukkan kinerja positif sebagaimana harapan Presiden Joko Widodo dan banyak pihak.
"Tidak heran presiden datang ke penutupan bursa pada tahun lalu. Biasanya datangnya pembukaan, tapi ini juga ke penutupan. Menurut saya ini luar biasa,” ucap mantan petinggi KADIN ini.
Bamsoet menyebutkan, BEI merupakan salah satu barometer kepercayaan dunia internasional kepada perekonomian Indonesia yang berjalan stabil di atas koridor demokrasi, keamanan dan ketertiban. Dia mengatakan, stabilitas pasar modal juga ditopang oleh stabilitas politik dan ekonomi. Menurutnya, kepercayaan pasar menjari modal besar dalam membangun Indonesia.
“Tugas dan tanggung jawab saya sebagai ketua DPR adalah menjaga situasi politik tetap kondusif untuk menjaga demokrasi kita menjadi produktif untuk pembangunan bangsa. Sehingga rakyat menjadi sejahtera dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Menurut dia, runtuhnya balkon BEI beberapa waktu lalu memang sempat membuat heboh karena mengakibatkan puluhan orang terluka. Politikus berlatar pengusaha itu pun mengaku ikut prihatin atas insiden itu. Namun, Bamsoet mengatakan insiden itu tak berdampak panjang, termasuk dalam perdagangan pasar modal. “Karena nyatanya performa BEI terus menerus menembus rekor tertinggi,” ucapnya.
Bamsoet bahkan sempat melontarkan canda tentang penggunaan patung banteng sebagai simbol bursa saham. Di banyak bursa saham, banteng menjadi simbol pasar yang menggeliat positif. “Pertanda laris manis. Saya pikir, lucu juga simbolnya banteng,” terang dua.
Tidak hanya sampai di situ, Bamsoet pun kemudian menambahkan candaan soal simbol pasar modal. "Saya bisa usul juga untuk simbol pasar modal stabil, kokoh, dan kuat, seperti pohon, misalnya pohon beringin,” kata Bamsoet berkelakar yang lanngsung mengundang tawa.
Lebih lanjut Bamsoet punya harapan lebih tinggi terhadap kinerja positif BEI. Dia menegaskan BEI harus semakin besar manfaatnya untuk mengatasi kesenjangan kemiskinan. "Emiten yang melantai di bursa bisa untung dan membuka lapangan pekerjaan di semua sektor pekerjaan,” imbuh Bamsoet.
(akr)
Lihat Juga :