Wall Street Naik Tipis Saat Fed Prediksi Peningkatan Inflasi
Kamis, 01 Februari 2018 - 08:39 WIB
Wall Street Naik Tipis Saat Fed Prediksi Peningkatan Inflasi
A
A
A
NEW YORK - Wall Street menutup perdagangan kemarin waktu setempat sedikit lebih tinggi ketika sebagian indeks mencetak keuntungan. Sebelumnya Federal Reserve memperkirakan inflasi akan meningkat tahun ini, dengan sinyal untuk menaikkan kembali suku bunga acuan AS pada bulan Maret, mendatang.
Fed sendiri setelah menggelar pertemuan dua hari memutuskan untuk tidak melakukan perubahan. Namun berulang kali disebutkan bahwa kenaikan suku bunga diharapkan secara bertahap tahun ini.
Seperti diketahui Bank Sentral AS telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali tahun kemarin dan diprediksi bakal kembali terulang di 2018. "Mereka lebih percaya diri dalam ekspektasi inflasi yang meningkat," kata Kepala Ekonom AS dari HSBC Securities Kevin Logan.
Mengesampingkan sementara pandangan Fed untuk ekonomi yang solid, ADP menerbitkan laporan ada penambahan 234,000 pekerjaan sektor swasta di Januari, lebih tinggi dari ramalan para analis sebelumnya di angka 185.000. Departemen tenaga kerja AS dijadwalkan bakal mengumumkan data yang lebih komprehensif akhir pekan ini.
Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat naik 73,74 poin atau 0,28% ke level 26.150,63 dan indeks S & P 500 memperoleh tambahan 1,47 poin yang setara dengan 0,05% di posisi 2.823,9. Sedangkan komposit Nasdaq. IXIC menguat sebesar 9,00 poin atau 0,12% menjadi 7.411,48.
Beberapa saham yang terangkat di antaranya Boeing (BA.N) yang mengharapkan keuntungan lebih baik tahun ini dengan catatan pengiriman pesawat komersil di 2018 bakal meningkat mencapai 4,9%. Produsen raksasa di industri penerbangan itu menjadi pendorong terbesar Dow Jones.
Di sisi lain saham seperti Facebook (FB. O) justru tersungkur lebih dari 4% di sesi perdagangan awal hari ini. Di antara 11 sektor utama S & P 500, teknologi memberikan dorongan terbesar ke indeks.
Analis mengharapkan pertumbuhan pendapatan kuartal keempat S & P 500 mencapai 13,7% atau naik dari 12% pada awal bulan. Sejauh ini, 37% perusahaan-perusahaan dalam indeks telah melaporkan dan 80,5% berada di atas konsensus perkiraan. Volume perdagangan bursa saham AS sebesar 8,05 miliar saham, di atas rata-rata 7.18 miliar untuk semua sesi.
Fed sendiri setelah menggelar pertemuan dua hari memutuskan untuk tidak melakukan perubahan. Namun berulang kali disebutkan bahwa kenaikan suku bunga diharapkan secara bertahap tahun ini.
Seperti diketahui Bank Sentral AS telah menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali tahun kemarin dan diprediksi bakal kembali terulang di 2018. "Mereka lebih percaya diri dalam ekspektasi inflasi yang meningkat," kata Kepala Ekonom AS dari HSBC Securities Kevin Logan.
Mengesampingkan sementara pandangan Fed untuk ekonomi yang solid, ADP menerbitkan laporan ada penambahan 234,000 pekerjaan sektor swasta di Januari, lebih tinggi dari ramalan para analis sebelumnya di angka 185.000. Departemen tenaga kerja AS dijadwalkan bakal mengumumkan data yang lebih komprehensif akhir pekan ini.
Dow Jones Industrial Average (DJI) tercatat naik 73,74 poin atau 0,28% ke level 26.150,63 dan indeks S & P 500 memperoleh tambahan 1,47 poin yang setara dengan 0,05% di posisi 2.823,9. Sedangkan komposit Nasdaq. IXIC menguat sebesar 9,00 poin atau 0,12% menjadi 7.411,48.
Beberapa saham yang terangkat di antaranya Boeing (BA.N) yang mengharapkan keuntungan lebih baik tahun ini dengan catatan pengiriman pesawat komersil di 2018 bakal meningkat mencapai 4,9%. Produsen raksasa di industri penerbangan itu menjadi pendorong terbesar Dow Jones.
Di sisi lain saham seperti Facebook (FB. O) justru tersungkur lebih dari 4% di sesi perdagangan awal hari ini. Di antara 11 sektor utama S & P 500, teknologi memberikan dorongan terbesar ke indeks.
Analis mengharapkan pertumbuhan pendapatan kuartal keempat S & P 500 mencapai 13,7% atau naik dari 12% pada awal bulan. Sejauh ini, 37% perusahaan-perusahaan dalam indeks telah melaporkan dan 80,5% berada di atas konsensus perkiraan. Volume perdagangan bursa saham AS sebesar 8,05 miliar saham, di atas rata-rata 7.18 miliar untuk semua sesi.
(akr)
Lihat Juga :