Wall Street Berakhir Mixed Terbebani Penyusutan Saham Teknologi

Jum'at, 02 Februari 2018 - 08:07 WIB
Wall Street Berakhir...
Wall Street Berakhir Mixed Terbebani Penyusutan Saham Teknologi
A A A
NEW YORK - Wall Street kehilangan pegangan pada perdagangan kemarin waktu setempat hingga menutup sesi mixed, seiring penyusutan beberapa saham teknologi. Beberapa perusahaan besar tech mencatatkan pendapatan kuartalan yang kurang cemerlang.

Hampir selama satu pekan bursa saham AS diwarnai oleh laporan kuartalan pendapatan perusahaan, ketika indeks S&P berada dalam trek penurunan dalam lima pekan.

Usai menggelar pertemuan dua hari kemarin, Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk tidak mengubah tingkat suku bunga. Meski begitu diperkirakan inflasi AS bakal meningkat di tahun ini. Klaim awal menunjukkan sektor tenaga kerja bergerak ketat, saat upah pekerja pada kuartal keempat meningkat sebesar 2.0% untuk menambahkan kekhawatiran inflasi.

Dow Jones Industrial Average. DJI pada perdagangan kemarin waktu setempat mencetak kenaikan 37,32 poin atau 0,14% ke level 26.186,71 sedangkan indek S & P 500. SPX kehilangan 1,83 poin yang setara dengan 0,06% menjadi 2.821,98. Selanjutnya pelemahan juga menimpa komposit Nasdaq dengan penurunan 25,62 poin atau 0,35% di posisi 7.385,86.

Sektor perbankan yang mendapatkan keuntungan dari suku bunga tinggi, memimpin indeks keuangan S & P 500. SPSY lewat persentase 1.0, dengan Goldman Sachs membantu mendorong Dow ke wilayah positif. QDari 11 sektor utama S & P 500, empat di antaranya mencetak keuntungan.

Penggerak saham terkemuka lainnya termasuk eBay (EBAY.O) meningkat 13,8% setelah laporan penghasilan, dan pengumuman yang akan berpisah dengan PayPal (PYPL. O) sebagai mitra utama pembayaran. Saham PayPal sendiri meluncur mencapai sebesar 8,1%.

Sementara saham UPS (UPS. N) menyusut 6,1% setelah melaporkan laba kuartal keempat yang kurang moncer saat biaya pengiriman lebih tinggi memasuki musim liburan. Perusahaan menjadi beban terbesar kedua secara persentase di S & P 500.

Analis memprediksi pada kuartal keempat pertumbuhan pendapatan perusahaan di S & P 500 bakal mencapai 14,9%, naik dari perkiraan sebelumnya 12% di awal Januari. Sejauh ini tercatat sudah 227 perusahaan yang telah melaporkan, 79,7% di antaranya melampaui ramalan.

Perusahaan raksasa teknologi di antaranya Amazon.com (AMZN. O) naik tipis lebih dari 6,0%. Sedangkan saham Alfabet (GOOGL. O) tergelincir hampir 3,0% diikuti kejatuhan saham Apple (AAPL.O) sekitar 1,0%. Volume perdagangan AS mencapai 7,80 miliar saham, di atas rata-rata 7,23 miliar untuk sesi lengkap selama 20 sesi perdagangan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 31...
Pertamina Pangkas 31 Anak Usaha Sepanjang Semester I 2026
7 jam yang lalu
Bukan Sekadar Rumah...
Bukan Sekadar Rumah Sudut, Ini Alasan Rumah Hoek Selalu Diburu
7 jam yang lalu
Sambangi RS IHC Perkebunan...
Sambangi RS IHC Perkebunan Jember Klinik, Komut Pertamina Tekankan Inovasi dan Empati
7 jam yang lalu
Stablecoin Rupiah Dinilai...
Stablecoin Rupiah Dinilai Berpotensi Perkuat Ekonomi Digital Indonesia
9 jam yang lalu
Transformasi BUMN Jalan...
Transformasi BUMN Jalan Terus lewat Peleburan 240 Perusahaan, Apa Manfaatnya?
9 jam yang lalu
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
10 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved