Semua Sektor Negatif, IHSG Awal Pekan Dibuka Ambruk
Senin, 05 Februari 2018 - 09:17 WIB
Semua Sektor Negatif, IHSG Awal Pekan Dibuka Ambruk
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini, dibuka ambruk alias melemah cukup dalam setelah akhir pekan kemarin menguat. IHSG hari ini dibuka melemah 78,19 poin atau setara 1,18% ke level 6.550,63 di tengah memerahnya bursa saham Asia.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup IHSG ditutup meningkat 30,36 poin atau 0,46% menjadi 6.628,82.
Sementara, sektor saham dalam negeri semuanya berada di jalur merah dengan sektor industri dasar melemah terbesar hingga 1,92% disusul sektor properti yang melemah 1,75%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp81 miliar dengan 65 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,19 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp21,29 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp26,48 miliar. Tercatat 13 saham menguat, 41 saham melemah dan 3 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) naik Rp20 menjadi Rp875, PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) naik Rp10 menjadi Rp4.010, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik Rp10 menjadi Rp4.200.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp1.075 menjadi Rp53.950, PT Gudang garam Tbk (GGRM) melemah Rp1.000 menjadi Rp80.500, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp225 menjadi Rp23.750.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia pada awal perdagangan hari ini turun, menyusul penurunan tajam pada bursa saham AS pada Jumat kermarin di tengah laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang membuat suku bunga lebih tinggi.
Di Australia, Indeks ASX 200 turun 1,31% menjadi 6.041,40 pada perdagangan pagi ini, dengan sebagian besar sektor perdagangan lebih rendah. Sektor keuangan turun 1,07% dengan sektor energi dan material turun 2,14% dan 2,13%.
Sektor perbankan terbesar di negara ini turun, di mana Saham ANZ turun 1,2%, saham Commonwealth Bank turun 0,89%, saham Westpac turun 1,23% dan saham National Australia Bank turun 1,12%.
Penambang utama Australia juga turun. Saham Rio Tinto turun 2,36%, Fortescue turun 1,4% dan saham BHP Billiton turun 2,69%.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 2,06% pada awal perdagangan. Sementara, indeks Topix turun 1,71% dan di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 1,66%.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan akhir pekan kemarin ditutup IHSG ditutup meningkat 30,36 poin atau 0,46% menjadi 6.628,82.
Sementara, sektor saham dalam negeri semuanya berada di jalur merah dengan sektor industri dasar melemah terbesar hingga 1,92% disusul sektor properti yang melemah 1,75%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp81 miliar dengan 65 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp5,19 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp21,29 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp26,48 miliar. Tercatat 13 saham menguat, 41 saham melemah dan 3 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) naik Rp20 menjadi Rp875, PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL) naik Rp10 menjadi Rp4.010, dan PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) naik Rp10 menjadi Rp4.200.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp1.075 menjadi Rp53.950, PT Gudang garam Tbk (GGRM) melemah Rp1.000 menjadi Rp80.500, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp225 menjadi Rp23.750.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia pada awal perdagangan hari ini turun, menyusul penurunan tajam pada bursa saham AS pada Jumat kermarin di tengah laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan yang membuat suku bunga lebih tinggi.
Di Australia, Indeks ASX 200 turun 1,31% menjadi 6.041,40 pada perdagangan pagi ini, dengan sebagian besar sektor perdagangan lebih rendah. Sektor keuangan turun 1,07% dengan sektor energi dan material turun 2,14% dan 2,13%.
Sektor perbankan terbesar di negara ini turun, di mana Saham ANZ turun 1,2%, saham Commonwealth Bank turun 0,89%, saham Westpac turun 1,23% dan saham National Australia Bank turun 1,12%.
Penambang utama Australia juga turun. Saham Rio Tinto turun 2,36%, Fortescue turun 1,4% dan saham BHP Billiton turun 2,69%.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 2,06% pada awal perdagangan. Sementara, indeks Topix turun 1,71% dan di Korea Selatan, Indeks Kospi turun 1,66%.
(izz)
Lihat Juga :