Bursa Asia Melemah, IHSG Dibuka Terjungkal Makin Parah
Selasa, 06 Februari 2018 - 09:21 WIB
Bursa Asia Melemah, IHSG Dibuka Terjungkal Makin Parah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, dibuka kembali melemah cukup besar setelah kemarin ditutup di zona merah. IHSG hari ini dibuka melemah 93,23 poin atau setara 1,41% ke level 6.496,45 di tengah bursa saham Asia yang enjlok.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan kemarin ditutup berkurang 39,15 poin atau 0,59% menjadi 6.589,67 di tengah bursa saham Asia yang juga melemah.
Sementara, semua sektor tercatata melemah dengan sektor industri dasar melemah paling dalam sebesar 2,05% disusul sektor priperti dan pertambangan masing-masing melemeh 1,80% dan 1.72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp1,76 miliar dengan 1,67 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp269,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp770,91 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp501,24 miliar. Tercatat 101 saham menguat, 67 saham melemah dan 249 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp200 menjadi Rp10.700, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) menguat Rp125 menjadi Rp5.525, dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) naik Rp120 menjadi Rp3.770.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp175 menjadi Rp8.350, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melemah Rp150 menjadi Rp3.820, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp90 menjadi Rp2.450.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia turun mencerminkan kerugian besar yang terlihat pada penutupan bursa saham Amerika Serikat ketika Dow Jones turun lebih dari 1.100 poin dan Indeks S&P mengalami hari terburuk dalam enam tahun.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 4,67% pada awal perdagangan karena beberapa sektor melemah. Sektor produsen automotif, keuangan dan teknologi lebih rendah di pagi hari ini, dengan saham Toyota turun 3,55%.
Di antara saham aktegori blue chip seperti saham SoftBank Group anjlok 5,07% dan saham Fanuc Manufacturing kehilangan 4,74%. Sementara, saham Fast Retailing merosot 4,21%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi mengalami penurunan 2,26%, di mana sektor teknologi melemah, dengan saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 1,63% dan 1,71%. Di antara produsen mobil, Hyundai Motor diperdagangkan sebentar di wilayah positif, namun kemudian tergelincir 0,31%.
Di Australia, S&P/ASX 200 turun 2,98% di seluruh sektor. Sektor energi termasuk di antara yang berkinerja terburuk di pagi hari, turun 3,69% karena saham terkait energi turun setelah harga minyak bergerak lebih rendah dalam semalam. Saham Santos turun 4,92% dan Oil Search kehilangan 3,06%.
Bursa saham Tanah Air pada perdagangan kemarin ditutup berkurang 39,15 poin atau 0,59% menjadi 6.589,67 di tengah bursa saham Asia yang juga melemah.
Sementara, semua sektor tercatata melemah dengan sektor industri dasar melemah paling dalam sebesar 2,05% disusul sektor priperti dan pertambangan masing-masing melemeh 1,80% dan 1.72%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia pagi ini tercatat sebesar Rp1,76 miliar dengan 1,67 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp269,66 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp770,91 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp501,24 miliar. Tercatat 101 saham menguat, 67 saham melemah dan 249 saham stagnan.
Beberapa saham yang tercatat menguat di antaranya PT Bayan Resources Tbk (BYAN) naik Rp200 menjadi Rp10.700, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) menguat Rp125 menjadi Rp5.525, dan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) naik Rp120 menjadi Rp3.770.
Sementara, beberapa saham yang tercatat melemah di antaranya PT Astra International Tbk (ASII) melemah Rp175 menjadi Rp8.350, PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) melemah Rp150 menjadi Rp3.820, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun Rp90 menjadi Rp2.450.
Seperti dilansir CNBC, bursa saham Asia turun mencerminkan kerugian besar yang terlihat pada penutupan bursa saham Amerika Serikat ketika Dow Jones turun lebih dari 1.100 poin dan Indeks S&P mengalami hari terburuk dalam enam tahun.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 turun 4,67% pada awal perdagangan karena beberapa sektor melemah. Sektor produsen automotif, keuangan dan teknologi lebih rendah di pagi hari ini, dengan saham Toyota turun 3,55%.
Di antara saham aktegori blue chip seperti saham SoftBank Group anjlok 5,07% dan saham Fanuc Manufacturing kehilangan 4,74%. Sementara, saham Fast Retailing merosot 4,21%.
Di Korea Selatan, Indeks Kospi mengalami penurunan 2,26%, di mana sektor teknologi melemah, dengan saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun 1,63% dan 1,71%. Di antara produsen mobil, Hyundai Motor diperdagangkan sebentar di wilayah positif, namun kemudian tergelincir 0,31%.
Di Australia, S&P/ASX 200 turun 2,98% di seluruh sektor. Sektor energi termasuk di antara yang berkinerja terburuk di pagi hari, turun 3,69% karena saham terkait energi turun setelah harga minyak bergerak lebih rendah dalam semalam. Saham Santos turun 4,92% dan Oil Search kehilangan 3,06%.
(izz)
Lihat Juga :