Yen Berbalik Hantam USD, Rupiah Anteng di Zona Merah

Rabu, 07 Februari 2018 - 17:36 WIB
Yen Berbalik Hantam...
Yen Berbalik Hantam USD, Rupiah Anteng di Zona Merah
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih belum beranjak dari zona merah sejak beberapa hari terakhir ini. Kondisi mata uang Garuda ini terjadi saat yen balik mampu mengalahkan USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah berada pada level Rp13.555/USD atau masih tercatat melemah dari penutupan kemarin di level Rp13.540/USD dengan kisaran Rp13.524-Rp13.568/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore berada pada posisi Rp13.552/USD atau melemah tipis dibanding penutupan sebelumnya Rp13.550/USD dengan kisaran level Rp13.520-Rp13.560/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ke level Rp13.565/USD atau membaik dibanding sebelumnya di level Rp13.580/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah sore ini tertahan di level Rp13.533/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dibandingn posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.578/USD

Dilansir Reuters, Rabu (7/2/2018), USD turun setengah persen terhadap yen pada hari ini, memberikan kembali kenaikan sebelumnya, karena investor tetap berhati-hati setelah aksi jual yang berat di pasar saham, dan dengan banyak melihat mata uang Jepang sebagai undervalued.

Penurunan tajam di pasar saham global dalam beberapa hari terakhir hanya memiliki efek pelemahan pada pasar mata uang, dengan safe haven tradisional seperti yen dan franc Swiss hanya melihat keuntungan moderat pekan ini.

Sementara, sebagian besar analis yakin aksi jual pada pekan ini di pasar saham telah berjalan dengan sendirinya untuk sementara. Sehingga, volatilitas mereda sedikit, prospek pengetatan moneter di seluruh dunia tetap menjadi tantangan untuk jangka panjang, dan mendorong penguatan yen terhadap AS.

USD terhadap yen diperdagangkan melemah di level 108,92, menghapus semua kenaikan hari sebelumnya. Greenback telah mencapai level tertinggi di level 109.720 terhadap yen pada awal perdagangan hari ini, karena ekuitas regional seperti Nikkei Jepang melonjak, mengambil isyarat dari rebound akhir di Wall Street.

Namun, hal tersebut melayang lebih rendah karena Nikkei yang naik 3,4%, memberikan sebagian besar kenaikannya pada kecemasan karena lebih banyak kelemahan di pasar saham AS. Bursa saham AS jatuh selama perdagangan Asia, memicu ketakutan semacam itu.

"Semua orang di dunia bisa melihat dolar/yen akan turun lebih rendah pada titik tertentu lagi dan bahwa yen akan melakukan pergerakan (lebih tinggi) seperti euro dan kembali menguat ke nilai wajar," kata ahli strategi makro Genit Prodep, Gen Jinyes di London.

"Perasaan saya, akan mengambil lebih banyak usaha dari pihak berwenang Jepang, dan akan lebih banyak kombinasi antara kenaikan pasar ekuitas dan imbal hasil AS yang lebih tinggi untuk mempertahankan dolar/yen dalam kisaran 105-115," imbuhnya

USD terhadao enam mata uang utama di dunia flat di level 89,61, setelah mencapai puncak dua pekan 90,034 semalam. Dolar Australia, yang cenderung menderita selama risk aversion, turun 0,3% menjadi 0,7879.

Swiss franc, sebuah safe haven yang dirasakan bersamaan dengan yen, berada pada level 0.9357 franc per dolar, dan hanya sepertiga persen untuk pekan ini.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
15 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
7 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved