Keuangan Syariah Berpotensi Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional

Kamis, 08 Februari 2018 - 11:33 WIB
Keuangan Syariah Berpotensi...
Keuangan Syariah Berpotensi Jadi Lokomotif Ekonomi Nasional
A A A
BANDUNG - Ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia diperkirakan memiliki masa depan cerah dan berpotensi menjadi lokomotif ekonomi nasional. Namun, untuk mencapai ke arah tersebut, perlu dukungan pemerintah.

Direktur Bank BJB Syariah, Indra Falatehan mengatakan, Indonesia sebagai negara muslim terbesar merupakan pasar potensial bagi industri perbankan syariah maupun keuangan berbasis syariah.

"Industri keuangan syariah semakin hari akan semakin baik. Namun, secara market share ini yang menjadi masalah karena kami melawan sesuatu yang bergerak," ujar Indra di Bandung, Kamis (8/2/2018).

Market share keuangan syariah Indonesia masih relatif kecil, yakni hanya berkisar di angka 5%. Angka tersebut berada jauh di bawah negara mayoritas muslim lainnya seperti Uni Emirat Arab dengan 19,6%, Malaysia yang mencapai 23,8%, serta Arab Saudi 51,1%.

Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga akhir 2017, penyaluran biaya perbankan syariah tumbuh mencapai 15,75% secara tahunan. Sementara, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) mencapai 20,54%.

Bahkan dari sisi aset, perbankan syariah menunjukkan peningkatan cukup signifikan yakni mencapai 19,79%. Angka tersebut berada di atas tingkat pertumbuhan aset perbankan konvensional yang hanya 11,20%.

Menurutnya, konversi antara perbankan syariah dengan konvensional seperti yang dilakukan Bank BJB beberapa tahun lalu adalah langkah tepat. Di mana, pendirian Bank BJB Syariah diawali dengan pembentukan Divisi/Unit Usaha Syariah oleh PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

Langkah serupa kemudian diikuti oleh beberapa BPD lain, salah satunya Bank Aceh yang melakukan konversi menuju syariah pada 2016. Konversi tersebut terbukti baik, karena kini dapat meningkatkan pertumbuhan laba Bank Aceh.

"Tahun ini ada Bank NTB yang akan konversi dengan syariah. Saya lihat (konversi) paling mungkin dilakukan. Namun, perlu adanya dorongan besar dari pemerintah," ujar Indra.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Intip Potensi Besar...
Intip Potensi Besar Keuangan Syariah
BSI Masuk 14 Bank Syariah...
BSI Masuk 14 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Nilai Kapitalisasi Tembus Rp54,4 T
Mendorong BSI Jadi Lokomotif...
Mendorong BSI Jadi Lokomotif Keuangan Syariah Indonesia
5 Bank Syariah Terbesar...
5 Bank Syariah Terbesar di Dunia, Ada yang dari Negara Tetangga
Terungkap! Bank Syariah...
Terungkap! Bank Syariah Justru Lahir Pertama di Negara Non Muslim
Tiga Poin Ini Dinilai...
Tiga Poin Ini Dinilai Perlu Dimiliki Bank Syariah Indonesia
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
33 menit yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
53 menit yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
1 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa...
MNC Sekuritas Ajak Mahasiswa Universitas Trilogi Menjadi Investor Cerdas
2 jam yang lalu
Komut Pertamina Pastikan...
Komut Pertamina Pastikan Keandalan Distribusi Energi di NTT
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved