Rupiah Betah di Zona Merah Enggan Tinggalkan Level Rp13.600/USD

Kamis, 08 Februari 2018 - 16:57 WIB
Rupiah Betah di Zona...
Rupiah Betah di Zona Merah Enggan Tinggalkan Level Rp13.600/USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih belum beranjak dari zona merah dan sepertinya berat tinggalkan level Rp13.600/USD. Kondisi mata uang Garuda ini terjadi saat rupiah semakin kokoh.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah berada pada level Rp13.605/USD atau masih jauh melemah dari penutupan kemarin di level Rp13.555/USD dengan kisaran Rp13.584-Rp13.641/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore berada pada posisi Rp13.600/USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya Rp13.552/USD dengan kisaran level Rp13.550-Rp13.622/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini ke level Rp13.600/USD atau memburuk dibanding sebelumnya di level Rp13.565/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah hari ini tertahan di level Rp13.602/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jauh memburuk dibandingkan posisi perdagangan kemarin yang berada di level Rp13.533/USD.

Dilansir Reuters, Kamis (8/2/2018), USD mencapai level tertinggi dalam dua pekan terhadap beberapa mata uang utama dengan investor berbondong-bondong mencari temnpat investasi yang relatif aman yakni ke greenback karena harga saham Eropa turun kembali.

Sebuah aksi jual di pasar saham global dan taruhan bahwa AS dapat melihat setidaknya tiga kenaikan suku bunga pada 2018 telah mendorong USD naik dalam beberapa hari terakhir, dengan mata uang memperoleh lebih dari 2% terhadap beberapa mata uang selama sepekan terakhir.

Euro sebelumnya diperdagangkan lebih tinggi pada hari ini terhadap greenback karena harga saham Asia stabil, namun tergelincir kembali seiring pasar saham Eropa dibuka kembali melemah setelah kemarin melakukan pemulihan moderat.

Euro terhadap USD turun 0,3% pada level terendah dua pekan di level 1,22355. Mata uang tunggal telah kehilangan lebih dari 3 sen sejak mencapai level tertinggi dalam tiga tahun di posisi 1,2538 hanya 10 hari yang lalu.

Tempat aman tradisional seperti yen dan franc Swiss hanya melihat kenaikan moderat selama volatilitas pasar saham baru-baru ini, dan memang USD naik terhadap keduanya pada hari ini.

Dolar Selandia Baru adalah penggerak terbesar di antara mata uang pasar negara berkembang, meluncur sebesar 0,6% ke posisi terendah dalam empat pekan ke level 0,7192 melawan USD setelah Reserve Bank of New Zealand mempertahankan tingkat suku bunga stabil pada rekor rendah.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Bahlil Beberkan soal...
Bahlil Beberkan soal Rencana Pembentukan Bursa Mineral Indonesia
29 menit yang lalu
Pakar Ingatkan Galon...
Pakar Ingatkan Galon Guna Ulang Jangan Dipakai Lebih dari Setahun
43 menit yang lalu
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
1 jam yang lalu
Satu Seperempat Abad...
Satu Seperempat Abad Menjaga Kepercayaan, Pegadaian Konsisten Hadirkan Layanan Terdepan untuk Negeri
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
1 jam yang lalu
Alam Bumi Sumberdaya...
Alam Bumi Sumberdaya Ekspansi Bisnis ke Singapura
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved