Penjualan Properti Masih Lesu Imbas Pelemahan Daya Beli

Jum'at, 09 Februari 2018 - 15:42 WIB
Penjualan Properti Masih...
Penjualan Properti Masih Lesu Imbas Pelemahan Daya Beli
A A A
SURABAYA - Kinerja penjualan properti, termasuk apartemen tahun ini diprediksi masih mengalami perlambatan akibat daya beli masyarakat yang rendah. Daya beli yang rendah itu bukan disebabkan tidak ada uang, tapi masyarakat lebih cenderung menyimpan dananya.

Wakil Ketua Bidang Pembangunan dan Pengelolaan Apartemen, Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Jawa Timur (Jatim) Triandy Gunawan mengatakan, masyarakat cenderung menunggu situasi yang tepat bagi mereka untuk bisa membelanjakan uangnya. Terutama untuk belanja properti. “Sejauh ini belum ada sesuatu yang bisa meyakinkan masyarakat untuk belanja properti,” katanya di Surabaya, Jumat (9/2/2018).

CEO Gunawangsa Group ini menambahkan, pelemahan daya beli masyarakat untuk berinvetasi, utamanya disektor properti ini dampak dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Salah satunya pengenaan pajak. Lesunya daya beli membuat sejumlah pengembang di Jatim sejak tahun lalu tiarap. “Ada yang proyeknya tidak jalan meski sudah melakukan promo penjualan, ada juga yang tidak punya proyek baru atau hanya meneruskan proyek sebelumnya,” terangnya.

Sementara Gunawangsa Group, kata dia, tahun ini tidak membangun proyek baru, melainkan hanya meneruskan dua proyek superblok sebelumnya yakni Gunawangsa Tidar dan Gunawangsa Gresik. Gunawanga juga akan lebih banyak fokus membangun fasilitas tambahan dari kedua proyek tersebut, terutama untuk memenuhi sektor pasar ritel. "Kita tidak bisa berhenti untuk membangun karena kita punya anak buah yang harus dihidupi,” tandas Triandy.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI), Jatim Rudi Sutanto menyatakan, secara umum pasar properti secara umum tumbuh. Namun harga jualnya, terutama untuk yang landed house (rumah) akan tertahan. Hal ini karena investor masih menahan pembelian. Kalau pun ada, tidak sebesar beberapa tahun lalu. "Permintaan dan produk properti tahun ini masih akan tumbuh. Tapi harga masih stagnan, bahkan sama dua tahun yang lalu, bisa jadi sama," katanya.

Dia mencontohkan, rumah di kawasan Surabaya Barat, pada tahun 2016 dijual dan laku dengan harga Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Di tahun ini harganya diprediksi sama. Hal ini sudah tampak sejak di triwulan IV tahun 2017 lalu, yang menunjukkan penjualan rumah sekunder mampu menopang industri penjualan properti dalam jumlah besar, tapi harga tetap.

“Namun bagi agen properti atau broker, tahun ini adalah tantangan tersendiri dalam menjual produk properti. Komunikasi yang lebih kuat dan kerjasama yang lebih erat diperlukan bagi agen dan developer atau pengembang,” tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Properti Berikan...
Industri Properti Berikan Dampak Positif ke Pasar Gipsum
Dana Kurang, Tak Ada...
Dana Kurang, Tak Ada Salahnya Pakai Konsep Rumah Tumbuh
Persiapkan Modal Anda,...
Persiapkan Modal Anda, Bakal Ada Proyek Properti Menjanjikan
Geliatkan Industri,...
Geliatkan Industri, 1.000 Properti Akan Diluncurkan Serentak di 23 Kota se-Indonesia
Perkuat Modal Ekspansi...
Perkuat Modal Ekspansi Properti, Graha Agung Kencana Gandeng Salvatore Financial
Properti Bisa Jadi Investasi...
Properti Bisa Jadi Investasi Menguntungkan
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
40 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved