Tahun 2020, Indonesia Hentikan Impor Garam Industri

Jum'at, 09 Februari 2018 - 21:43 WIB
Tahun 2020, Indonesia...
Tahun 2020, Indonesia Hentikan Impor Garam Industri
A A A
SLEMAN - Menteri koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan tahun 2020 merupakan tahun terakhir Indonesia melakukan impor garam, khususnya garam untuk kebutuhan industri. Sebab untuk garam konsumsi tidak ada masalah, bahkan surplus. Sebagai upaya dalam memutus impor, yaitu dengan menyiapkan lahan seluas 30 ribu hektare untuk produksi garam di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Untuk pengerjaannya sendiri akan mengunakan teknologi yang lebih baik, sehingga bukan hanya akan mencukupi kebutuhan garam, juga produksinya lebih bagus dengan kadar 98%. Untuk memenuhi kebutuhan industri garam dalam negeri tahun 2018, Indonesia memutuskan melakukan impor 3,7 juta ton yang pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

"Saya yakin dengan upaya ini, kebutuhan garam industri akan terpenuhi tanpa impor," kata Luhut saat memberikan kuliah umum bertema "Pengembangan Industri dan Jasa Maritim Indonesia Untuk Mewujudkan Visi Poros Maritim Dunia" di Auditorium Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Jalan Pajajaran, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (9/2/2018).

Menurut Luhut, selama ini potensi tersebut tidak digarap karena selama bertahun-tahun tidak pernah dikerjakan. Padahal Indonesia memiliki panjang garis pantai mencapai 99.093 kilometer. Kondisi ini sebenarnya dapat menjadi modal kuat untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi maupun industri dalam negeri. Namun pemanfaatannya selama ini belum optimal.

"Sebenarnya jika produksi garam untuk kebutuhan industri dikelola dengan serius, Indonesia tidak perlu mendatangkan garam industri dari luar negeri. Apalagi dari sisi teknologi kita juga sudah ada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)," paparnya

Namun, hal tersebut juga tidak terlepas dari adanya oknum-oknum yang memang sengaja memanfaatkan situasi tersebut. Terutama untuk kepentingannya sendiri. Di mana dengan adanya impor itu, mereka akan mendapatkan feedback.

"Karena itu, ini menjadi tugas kalian (mahasiswa UPN Yogyakarta) untuk terus berinovasi dalam memanfaatkan dan menciptakan teknologi untuk kepentingan bangsa dan negara, diantaranya dengan memperkuat IT," tandasnya.

Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Sari Bahagiarti mengatakan dengan adanya kuliah umum ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memahami orientasi dan kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri dan jasa maritim dalam mewujudkan poros maritim dunia. Termasuk untuk membuka cakrawala jika Indonesia adalah kekuatan maritim terpenting dunia.

"Kita berharap jiwa kemaritiman harus hadir dalam alam pikiran masyarakat, terutama mahasiswa calon penerus bangsa. Semoga kuliah umum ini menjadi awal untuk membumikan kebijakan poros maritim dunia untuk kesejahteraan rakyat Indonesia," harap Sari Bahagiarti dalam sambutan pembukaan kuliah umum tersebut.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Luhut: Jangan Terlena...
Luhut: Jangan Terlena Lokasi Strategis, Kebesaran Wilayah hingga SDA Melimpah
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Produksi dan Kebutuhan...
Produksi dan Kebutuhan Jomplang, RI Bakal Kecanduan Impor Garam
Profil Rizal Ramli,...
Profil Rizal Ramli, Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Bangun Wisata Medis,...
Bangun Wisata Medis, Menko Luhut Kaji Impor Dokter Asing ke Indonesia
Berita Terkini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
12 menit yang lalu
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
26 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
37 menit yang lalu
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
49 menit yang lalu
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
1 jam yang lalu
Dukung Program 3 Juta...
Dukung Program 3 Juta Rumah, Infiniti Land dan UI Jalin Kolaborasi
1 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved