BI: Momentum Pemulihan Ekonomi Domestik Terus Berlanjut

Senin, 12 Februari 2018 - 00:30 WIB
BI: Momentum Pemulihan...
BI: Momentum Pemulihan Ekonomi Domestik Terus Berlanjut
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan, momentum pemulihan ekonomi Indonesia berlanjut. Pertumbuhan ekonomi sampai dengan kuartal IV/2017 tidak hanya lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, namun juga mempunyai struktur yang membaik dengan investasi dan ekspor yang tumbuh tinggi.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, daerah penghasil komoditas juga tumbuh tinggi, seperti di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. "Ketiganya sebagai daerah penghasil komoditas yang mencatat pertumbuhan relatif tinggi sejalan dengan peningkatan harga komoditas," ujar Mirza di Jakarta, akhir pekan ini.

Sementara itu, inflasi tahun 2017 juga tercatat terkendali pada level yang rendah di kisaran 4% plus minus 1%. Secara keseluruhan tahun, inflasi 2017 mencapai 3,61% (yoy). Dengan perkembangan ini, inflasi dalam tiga tahun berturut turut berhasil dikendalikan dalam kisaran sasaran.

Sedangkan pada Januari 2018, IHK berada dalam level 3,25% (yoy), dan sebesar 0,62% (mtm). Adapun neraca pembayaran indonesia kuartal IV 2017 tercatat surplus sebesar USD1,0 miliar.

Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan, hal tersebut ditopang oleh transaksi modal dan finansial yang mencatat surplus cukup besar, terutama bersumber dari investasi langsung dan investasi portofolio. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tetap terkendali dalam batas yang aman.

"Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Desember 2017 meningkat menjadi USD130,2 miliar, tertinggi dalam sejarah," ujarnya.

Menurut dia, cadangan devisa tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,3 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional.

Surplus transaksi modal dan finansial ditopang oleh optimisme terhadap prospek ekonomi domestik dan menariknya imbal hasil keuangan domestik. Sementara itu, surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal IV/2017 tercatat sebesar USD6,5 miliar terutama bersumber dari surplus investasi langsung dan investasi portofolio.

Untuk keseluruhan tahun, sambung dia, NPI 2017 mencatat surplus yang relatif besar dengan defisit transaksi berjalan yang terus membaik dan terkendali di bawah 2,0% dari PDB.

Surplus NPI 2017 tercatat sebesar USD11,6 miliar ditopang oleh surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, terutama dalam bentuk investasi langsung dan investasi portofolio, sejalan dengan membaiknya persepsi investor terhadap prospek perekonomian domestik.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
BI Optimistis Ekonomi...
BI Optimistis Ekonomi Indonesia Capai 5,5% di 2024
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 4,9%–5,7% di 2026
Uji Kelayakan jadi Deputi...
Uji Kelayakan jadi Deputi Gubernur BI, Ini Jurus Juda Agung Selamatkan Ekonomi RI
Ramalan Bos BI: Ekonomi...
Ramalan Bos BI: Ekonomi Indonesia 2024 Tumbuh di Kisaran 4,7-5,5%
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
52 menit yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
2 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved