Fluktuasi Harga Baja, KRAS Tingkatkan Kinerja Anak Perusahaan

Selasa, 13 Februari 2018 - 11:30 WIB
Fluktuasi Harga Baja,...
Fluktuasi Harga Baja, KRAS Tingkatkan Kinerja Anak Perusahaan
A A A
CILEGON - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) saat ini tengah dituntut untuk memperbaiki kinerja perseroan. Mengingat, sudah sejak 2012, BUMN baja ini terus mengalami kerugian tiap tahunnya akibat harga baja dunia yang fluktuatif.

Direktur Utama KRAS, Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengungkapkan, saat ini perseroan tengah membangun pabrik baru untuk menambah produksi hot strip mill (HSM) di daerah Cilegon, Banten. Penambahan kapasitas ini untuk memenuhi target produksi baja nasional sebanyak 10 juta ton.

"Penambahan kapasitas ini untuk memenuhi target 10 juta ton. Membangun kompleks industri baja dengan kapasitas 10 juta ton di Cilegon. Tidak hanya dihasilkan oleh Krakatau Steel, tapi bekerja sama dengan Nippon Steel, Osaka Steel, dan Posco," katanya dalam acara Ngobrol Bareng Wartawan di The Royale Krakatau Hotel, Cilegon, Selasa (13/2/2018).

Selain itu, lanjut dia, perseroan juga meningkatkan daya saing dan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Sebab, SDM menjadi penentu kinerja perusahaan untuk bisa kembali kinclong.

"Kami menganalisa bahwa meskipun kita punya teknologi, namun apabila orang-orangnya tidak the right man dalam posisi masing-masing dan tidak memiliki semangat juang yang tinggi, maka kinerja perusahaan tidak bisa excellent. Oleh karena itu, kami mencanangkan strategi mengubah atau corporate culture transformation. Dan ini tidak hanya terjadi di induk, tapi di anak perusahaan," imbuh dia.

Selanjutnya, Wigrantoro menyatakan bahwa perseroan saat ini juga meningkatkan program efisiensi. Sebab, penurunan biaya 1% menurutnya akan berdampak terhadap peluang perseroan meningkatkan pendapatan sekitar 1,5% hingga 2%.

Perseroan juga meningkatkan kontribusi anak perusahaan guna menyokong kinerja KRAS. Awalnya, anak usaha hanya berkontribusi sekitar 15% namun kini dinaikkan menjadi 45%.

"Poinnya, kontribusi anak perusahaan kepada induk adalah 45% karena mengingat industri baja nasional itu sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga baja internasional," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digempur Produk Impor,...
Digempur Produk Impor, Baja Nasional Harus Kuasai Pasar Domestik
Akhirnya, Setelah 8...
Akhirnya, Setelah 8 Tahun Krakatau Steel Berhasil Cetak Laba
KRAS Siap Penuhi Permintaan...
KRAS Siap Penuhi Permintaan Baja Nasional
Krakatau Steel Selundupkan...
Krakatau Steel Selundupkan Baja China Disebut Cuma Rumor, Anggota Dewan Bebas Bersuara
Dari Banten untuk Indonesia:...
Dari Banten untuk Indonesia: Krakatau Steel dan Hebei Perkuat Ekosistem Baja Nasional
Krakatau Steel Catatkan...
Krakatau Steel Catatkan Rekor Penjualan Pipa Baja Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
23 menit yang lalu
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
44 menit yang lalu
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
2 jam yang lalu
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
3 jam yang lalu
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved