China Prihatin Atas Proteksionisme Berlebihan Sektor Baja Oleh AS

Selasa, 13 Februari 2018 - 16:00 WIB
China Prihatin Atas...
China Prihatin Atas Proteksionisme Berlebihan Sektor Baja Oleh AS
A A A
SHANGHAI - Seorang pejabat Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) mengatakan bahwa China telah menyatakan keprihatinannya atas proteksionisme yang berlebihan di sektor baja oleh Amerika Serikat (AS), dan mendesaknya untuk menunjukkan pengekangan dalam penyelidikan terhadap impor baja.

Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/2/2018), Wang Hejun selaku kepala Biro Investigasi dan Investigasi Perdagangan MOFCOM, membuat komentar menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sekelompok anggota parlemen AS untuk membahas perdagangan.

Trump sedang merenungkan apakah akan mengambil langkah-langkah untuk membatasi impor baja dan aluminium yang dianggap merusak bisnis AS.

Dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situs MOFCOM, Wang mengatakan, perlindungan yang berlebihan bukanlah obat dan hanya akan mengarah pada "lingkaran setan" atas tindakan perdagangan.

Pertemuan Trump terjadi satu bulan setelah Departemen Perdagangan AS memberinya hasil penyelidikan impor baja dan aluminium. Departemen Perdagangan tidak memberikan penjelasan tentang kesimpulannya, meski penyelidikan tersebut dapat menyebabkan tingginya tarif atau kuota impor di antara langkah-langkah lainnya.

Sebelumnya, sebuah think-tank pemerintah China mengatakan dalam sebuah email kepada Reuters bahwa China akan menentang tindakan perdagangan "tidak adil dan tidak masuk akal" oleh negara-negara seperti Amerika Serikat terhadap perusahaan baja, dengan alasan proteksionisme akan "meracuni" industri ini.

Organisasi Perencanaan dan Penelitian Industri Metalurgi China mengatakan, pihaknya merespons upaya baru-baru ini oleh perusahaan baja AS yang mendesak Presiden Trump untuk mengekang impor bergelombang yang menurut mereka telah merongrong industri AS.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Industri Baja China...
Industri Baja China dalam Kondisi Kritis, Kok Bisa?
Baja Impor China Ancaman...
Baja Impor China Ancaman bagi Industri Domestik, Repositioning Tata Niaga Jadi Keharusan
Banjir Baja Impor China...
Banjir Baja Impor China Bisa Jegal Tekad Pemerintah Gunakan Produk Lokal
Baja Murah China Membanjiri...
Baja Murah China Membanjiri India, Nilainya Capai 5,7 Juta Metrik Ton
Mengingatkan Kembali...
Mengingatkan Kembali Ancaman Impor Baja Murah China
Waspada, Industri Baja...
Waspada, Industri Baja China Mulai Pulih dari COVID-19
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
27 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
54 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
2 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved