Inflasi AS Bakal Naik Tinggi Seiring Pertumbuhan Harga Konsumen

Kamis, 15 Februari 2018 - 13:34 WIB
Inflasi AS Bakal Naik...
Inflasi AS Bakal Naik Tinggi Seiring Pertumbuhan Harga Konsumen
A A A
WASHINGTON - Harga konsumen Amerika Serikat (AS) naik lebih cepat dari yang diperkirakan pada bulan Januari, untuk menjadi sinyal lonjakan inflasi hingga mendorong ekspektasi peningkatan suku bunga. Tercatat Indeks Harga Konsumen tumbuh sebesar 0,5% atau menjauh dari perkiraan sebelumnya mencapai 0,3%.

Seperti dilansir BBC, Kamis (15/2/2018) laporan tersebut mengikuti data sebelumnya yang menunjukkan percepatan pertumbuhan upah AS. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve alias Bank Sentral AS bakal menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Laporan tentang upah memicu volatilitas di pasar keuangan. Imbal hasil obligasi naik lebih tinggi pada tengah pekan kemarin, namun reaksi pasar saham terhadap laporan inflasi relatif diredam. Setelah dibuka lebih rendah, Dow Jones, S & P 500 dan Nasdaq menguat pada tengah hari.

"Fakta bahwa .kerugian dipangkas, menunjukkan bahwa pasar bisa perlahan mulai mengatasi kenyataan lingkungan inflasi yang lebih tinggi," kata Fiona Cincotta, analis pasar di City Index.

Indeks harga konsumen menjadi ukuran inflasi yang berbeda dari yang biasanya ditekankan oleh Federal Reserve. Departemen Perdagangan juga melaporkan bahwa penjualan ritel AS turun 0,3% pada bulan Januari, sebuah penurunan tak terduga yang menurut para analis membuat lebih sulit menggambarkan apa yang terjadi pada ekonomi AS.

Para ekonom telah lama mengatakan bahwa mereka memperkirakan inflasi yang lebih tinggi di AS karena pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan tingkat pengangguran yang rendah. Namun ekspektasi tersebut dikacaukan tahun lalu, karena inflasi yang relatif lunak tertinggal sekitar 2% dari target yang ditetapkan oleh Federal Reserve.

Data baru yang menunjukkan kenaikan harga dan menunjukkan dinamika dapat berubah. Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan ada kenaikan harga di sejumlah area termasuk bensin, pakaian, perawatan medis dan makanan. Selama 12 bulan sampai Januari, inflasi tetap di angka 2,1%.

Indeks inti seperti volatile food dan energi terlihat mudah berubah, juga mengalami peningkatan 0,3% di bulan Januari untuk menjadi lonjakan paling signifikan dalam setahun. Federal Reserve sendiri menggunakan suku bunga yang lebih tinggi untuk mengendalikan inflasi dan mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Klaim Pengangguran AS...
Klaim Pengangguran AS Ditaksir Capai 20 Juta Orang Imbas Corona
Ekonomi AS Diperkirakan...
Ekonomi AS Diperkirakan Mulai Pulih di Paruh Kedua 2020
Tujuh Kebijakan Ekonomi...
Tujuh Kebijakan Ekonomi yang Akan Diambil Joe Biden
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Wall Street Ditutup...
Wall Street Ditutup Jatuh Terseret Pelemahan Saham Keuangan
Aliran Modal Keluar...
Aliran Modal Keluar Terbesar dalam 40 Tahun, Bank-bank AS Kehilangan Rp7.003 Triliun
Berita Terkini
IHSG Ditutup Melejit...
IHSG Ditutup Melejit 7,57% Sore Ini, 708 Saham Menghijau
11 menit yang lalu
Grab Ambil Alih Kendali...
Grab Ambil Alih Kendali Superbank, Fokus Perluas Akses Pembiayaan Digital
35 menit yang lalu
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
37 menit yang lalu
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
46 menit yang lalu
Prabowo Panggil Chatib...
Prabowo Panggil Chatib Basri ke Istana, Ada Apa?
47 menit yang lalu
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved