Utang Luar Negeri Kuartal IV/2017 Capai USD352,2 Miliar

Senin, 19 Februari 2018 - 22:05 WIB
Utang Luar Negeri Kuartal...
Utang Luar Negeri Kuartal IV/2017 Capai USD352,2 Miliar
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan perkembangan utang luar negeri Indonesia pada kuartal IV/2017 relatif terkendali. Utang luar negeri Indonesia pada periode tersebut tercatat sebesar USD352,2 miliar atau tumbuh 10,1% (year on year/yoy).

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, perkembangan utang luar negeri ini terjadi baik di sektor publik maupun swasta, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif lainnya. Berdasarkan jangka waktu, kata dia, struktur utang luar negeri Indonesia pada akhir kuartal IV/2017 terbilang aman.

"Utang luar negeri tetap didominasi utang berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,1% dari total utang luar negeri dan pada akhir kuartal IV/2017 tumbuh 8,5% (yoy)" ujar Agusman di Jakarta, Senin (19/2/2018).

Sementara itu, utang luar negeri berjangka pendek tumbuh 20,7% (yoy). Menurut sektor ekonomi, lanjutnya, posisi utang luar negeri swasta pada akhir kuartal IV/2017 terutama dimiliki oleh sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih, serta pertambangan. Pangsa utang luar negeri keempat sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,9%, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan pangsa pada kuartal sebelumnya sebesar 77%.

Agusman menuturkan, pertumbuhan utang luar negeri pada sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor listrik, gas, dan air meningkat dibandingkan dengan kuartal III/2017. Di sisi lain, utang luar negeri sektor pertambangan mengalami kontraksi pertumbuhan.

BI menyebut, rasio utang luar negeri Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal IV/2017 juga tercatat stabil di kisaran 34%. "Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total utang luar negeri juga relatif stabil di kisaran 13%," imbuhnya.

Agusman menegaskan, BI akan terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu. Hal itu bertujuan untuk meyakinkan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Posisi Utang...
BI Ungkap Posisi Utang Luar Negeri Indonesia
Gubernur BI Pastikan...
Gubernur BI Pastikan Utang Luar Negeri Indonesia Masih Aman
BI Pastikan Posisi Utang...
BI Pastikan Posisi Utang Luar Negeri Masih Sehat
Utang Luar Negeri Per...
Utang Luar Negeri Per Februari 2020 Melambat Jadi USD407,5 Miliar
Utang Luar Negeri Capai...
Utang Luar Negeri Capai Rp5.800 Triliun pada Kuartal I/2020
Bank Indonesia: Utang...
Bank Indonesia: Utang Luar Negeri Turun Rp141 Triliun di Kuartal II 2022
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
1 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
1 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
2 jam yang lalu
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
2 jam yang lalu
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
3 jam yang lalu
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
3 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved