Ekspansi 2 Lokasi, Tatalogam Kukuhkan Diri Penguasa Genteng Metal

Rabu, 21 Februari 2018 - 23:23 WIB
Ekspansi 2 Lokasi, Tatalogam...
Ekspansi 2 Lokasi, Tatalogam Kukuhkan Diri Penguasa Genteng Metal
A A A
JAKARTA - PT Tatalogam Lestari, produsen genteng metal dan rangka baja menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 20% di tahun 2018. Untuk itu, mereka akan menambah dua lokasi pabrik baru di Kudus dan Purwokerto, Jawa Tengah. Ekspansi ini dapat menambah kapasitas produksi hingga 100.000 ton per tahun.

Chief Financial Officer Tatalogam Lestari, Wulani Wihardjono mengatakan, dengan pabrik baru ini dapat mendukung produksi Tatalogam sehingga bisa menekan biaya bahan baku. Saat ini, Tatalogam memiliki lima pabrik besar, empat berlokasi di Cikarang dan satu pabrik di Cibitung. Di luar pabrik besar itu ada pabrik-pabrik kecil yang tersebar di 22 lokasi.

Dan dengan ekspansi ini, kata Wulani, Tatalogam semakin mengukuhkan diri sebagai penguasa genteng metal di Indonesia. Saat ini, Tatalogam menguasai pangsa pasar genteng metal lebih dari 50%. "Penyerapan pasar terbesar berada di Kalimantan sebanyak 35%. Kami juga berencana untuk menambah pangsa pasar ke wilayah Timur Indonesia," katanya, Rabu (21/2/2018).

Penguasaan pasar berkat produk-produk genteng metal yang berkualitas, membuat Tatalogam Lestari kembali meraih penghargaan Top Brand Award 2018. Penghargaan ini merupakan yang ketujuh kalinya diraih oleh pihak perusahaan.

Wulani mengatakan, tiga produk andalan Tatalogam untuk kategori genteng metal, Multi Roof, Sakura Roof dan Surya Roof, serta satu produk untuk kategori rangka atap baja ringan dengan merek Taso, berhasil memenangkan penghargaan Top Brand Award 2018.

"Citra dan reputasi merek yang dimiliki oleh perusahaan sudah tidak diragukan lagi. Brand Awareness merek tersebut, sudah sangat kuat dan menjadi top of minds di kalangan masyarakat Indonesia," katanya.

Menurut Wulani, menjadi yang terbaik dan pilihan masyarakat sangat menguntungkan bagi pertumbuhan pasar produk Tatalogam. Namun, di sisi lain, kekuatan brand image dapat memicu munculnya pemalsuan merek dagang. Salah satunya pemalsuan merek Taso.

"Kasus pemalsuan merek ini selain merugikan kami, konsumen pun dirugikan dengan barang yang palsu dan bisa membahayakan. Pada sisi lain, negara kehilangan pajak yang besar dari pemalsuan merek ini," tandasnya.

Agar masyarakat tidak terkecoh oleh produk palsu, ia menjelaskan pada produk rangka atap baja ringan yang asli terdapat printing miring 'SiMantap Taso' dan cap pada produknya. Selain itu, salah satu ciri khasnya adalah tulisan digital printing mengenai spesifikasi standar SNI produk yang dikeluarkan oleh Tatalogam.

"Contohnya angka 150 (yang tertera di produk Taso) menerangkan penggunaan material bahan sebesar 15 cm. Sedangkan, produk palsu walaupun ukurannya disebutkan 150, namun kenyataannya hanya memiliki ukuran 135, beda 10% bahannya," kata Wulani.

Baja ringan Taso yang asli terbuat dari bahan baku pilihan Hi Ten 550 dengan tebal lapisan anti karat AZ 100 sesuai spesifikasi standar SNI, sehingga terjamin kuat dan aman.

"Kami tidak segan-segan untuk melakukan upaya hukum dengan penggerebekan, penyitaan terhadap produk palsu hingga kepada proses pengadilan," pungkas Wulani.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inovasi Baru dalam Dunia...
Inovasi Baru dalam Dunia Konstruksi, Bikin Struktur Bangunan Kuat dan Tahan Lama
Produk Baja Lapis Buatan...
Produk Baja Lapis Buatan Indonesia Unjuk Gigi di Pameran Konstruksi Terbesar Australia
Perjalanan Setengah...
Perjalanan Setengah Abad Murinda Iron Steel dalam Industri Konstruksi
Teknologi Industri Baja...
Teknologi Industri Baja Berkontribusi Terhadap Pembangunan di Indonesia
Ingin Ekonomi Pulih,...
Ingin Ekonomi Pulih, Pengusaha Minta Stabilitas Keamanan dan Ketertiban di Ibu Kota
Menjaga Rantai Pasokan...
Menjaga Rantai Pasokan Material Konstruksi, PUPR Ungkap Temuan di Silicon Valey Cikarang
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved