Mencari Jalan Tengah buat Si Emas Hitam

Senin, 26 Februari 2018 - 09:00 WIB
Mencari Jalan Tengah...
Mencari Jalan Tengah buat Si Emas Hitam
A A A
MUDAH-MUDAHAN saja peraturan pemerintah mengenai ketentuan harga batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) akan rilis minggu depan. Jika aturan itu memang benar terealisasi, tarik-menarik mengenai harga antara Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan perusahaan batu bara telah berakhir. Saat ini, pemerintah tengah mengkaji opsi-opsi penentuan harga batu bara untuk DMO itu.

Sebelumnya, tarik-menarik harga antara PLN dan perusahaan batu bara cukup kuat. Tak heran kalau kemudian aturan yang sedianya sudah rilis lebih dari sepekan lewat jadi tertunda. Kedua belah pihak sama-sama bersikukuh agar harga yang mereka tawarkan diadopsi oleh pemerintah.

Pihak perusahaan batu bara yang tergabung dalam Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) menginginkan harga yang diatur berada di kisaran US$85 per metrik ton. Dalihnya, mereka baru saja menikmati kenaikan harga ini setelah empat tahun dihajar pelemahan. "Kami baru bernapas setelah empat tahun benar-benar tiarap karena harga rendah," ujar Hendra Sinadia, Direktur Eksekutif APBI, Selasa (20/2/2018) pekan lalu.

Alasan lainnya, harga saat ini belum tentu akan langgeng sepanjang tahun mengingat fluktuasi harga kerap terjadi. APBI juga beranggapan, jika harga terlalu rendah di bawah harga batu bara acuan (HBA)—yang sebesar US$106 per metrik ton—akan membuat penerimaan negara menjadi berkurang. "Bisa saja ada penyelundupan," tandas Hendra.

Di pihak seberang, PLN kukuh meminta harga batu bara untuk DMO berada di bawah keinginan APBI. Pasalnya, harga yang ditetapkan oleh pengusaha tergolong sangat mahal mengingat harga pokok pembeliannya hanya US$31 per metrik ton. PLN menginginkan harga batu bara DMO berada di kisaran US$65 yang dianggap sebagai harga win-win solution.

Bagaimana PLN menyikapi kenaikan batu bara ke depan? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi No.52/VI/2018 yang terbit Senin (26/2/2018).

Mencari Jalan Tengah buat Si Emas Hitam


(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
Luhut Pastikan Pasokan...
Luhut Pastikan Pasokan Batubara ke PLN Aman Tanpa Subsidi
Lakukan Reformasi, Dirut...
Lakukan Reformasi, Dirut PLN Pastikan Krisis Batu Bara Tak Terulang
Ketahuan! Ada 418 Perusahaan...
Ketahuan! Ada 418 Perusahaan Belum Pasok Batu Bara ke PLN Sama Sekali
Erick Thohir Copot Direktur...
Erick Thohir Copot Direktur Energi Primer PLN di Tengah Krisis Batu Bara dan LNG
Penjualan Batu Bara...
Penjualan Batu Bara Melejit 464%, PLN BBN Bukukan Pendapatan Rp2,41 T di 2022
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
1 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
8 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
8 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
8 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
10 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved