Beban Berat PLN di Tahun Politik

Senin, 26 Februari 2018 - 10:00 WIB
Beban Berat PLN di Tahun...
Beban Berat PLN di Tahun Politik
A A A
TAHUN lalu benar-benar menjadi tantangan bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bagaimana tidak, perolehan laba PLN di sepanjang tahun kemarin hanya mencatatkan angka Rp4,4 triliun (unaudited). Perolehan itu anjlok sebesar 58% dibanding 2016 yang mencapai Rp10,5 triliun. Pencapaian itu juga merupakan rekor terburuk sejak 2014 ketika PLN masih menangguk laba sebesar Rp15,6 triliun.

Setidaknya, ada dua penyebab anjloknya laba perusahaan setrum pemerintah di tahun lalu. Pertama, pelemahan rupiah yang terjadi di sepanjang tahun lalu yang sempat menyentuh level Rp13.630 per dolar. Pelemahan rupiah tentu akan membebani PLN lantaran utang mereka sebagian besar dalam dominasi dolar. Sementara, penghasilan mereka berbentuk rupiah.

Penyebab lain adalah melonjaknya harga batu bara yang tahun lalu menyentuh level US$85 per metrik ton. Di dalam rencana keuangan perusahaan (RKAP) 2017, PLN mematok harga batu bara di angka US$63. Selisih itu membuat PLN harus menanggung beban hingga mencapai Rp14,7 triliun. "Kami tidak bisa minta ganti rugi karena subsidi tidak ada," ujar Supangkat Iwan Santoso, Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN.

Beban yang besar yang ditanggung PLN itulah yang membuat laba mereka menciut. Padahal, pendapat usaha yang diperoleh PLN pada 2017 sebesar Rp259 triliun atau tertinggi dalam empat tahun terakhir. Begitu pula dengan total aset PLN juga meningkat dari semula Rp1.274 triliun di 2016 menjadi Rp1.323 triliun.

Nah, tahun ini, berdasarkan RKAP 2018, PLN menargetkan dapat meraup laba bersih sebesar Rp10,4 triliun dengan pendapatan usaha sebesar Rp292 triliun. Guna mewujudkan itu, PLN menganggarkan belanja modal (capex) mencapai Rp123,2 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk menambah pembangkit listrik, jaringan transmisi, gardu induk, hingga mendorong penambahan jumlah pelanggan.

Bagaimana strategi PLN ke depan di tengah naiknya harga batu bara yang akan mengurangi laba perusahaan? Simak laporan selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi No.52/VI/2018 yang terbit Senin (26/2/2018).

Beban Berat PLN di Tahun Politik


(amm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kategori PLTU yang...
4 Kategori PLTU yang Boleh Jualan Emisi Karbon
Luhut Pastikan Pasokan...
Luhut Pastikan Pasokan Batubara ke PLN Aman Tanpa Subsidi
Lakukan Reformasi, Dirut...
Lakukan Reformasi, Dirut PLN Pastikan Krisis Batu Bara Tak Terulang
Ketahuan! Ada 418 Perusahaan...
Ketahuan! Ada 418 Perusahaan Belum Pasok Batu Bara ke PLN Sama Sekali
Erick Thohir Copot Direktur...
Erick Thohir Copot Direktur Energi Primer PLN di Tengah Krisis Batu Bara dan LNG
Penjualan Batu Bara...
Penjualan Batu Bara Melejit 464%, PLN BBN Bukukan Pendapatan Rp2,41 T di 2022
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
42 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA...
Jadwal Terbaru TKA SMA/SMK/MA Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved