Indonesia Kembangkan Padi Hibrida untuk Ketahanan Pangan

Rabu, 28 Februari 2018 - 03:39 WIB
Indonesia Kembangkan...
Indonesia Kembangkan Padi Hibrida untuk Ketahanan Pangan
A A A
SLEMAN - Pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai inovasi untuk meningkatkan ketahanan pangan. Selain dengan memperkaya teknik budidaya tanaman padi yang sudah ada, juga dengan padi jenis hibrida.

Padi Hibrida adalah produk persilangan antara dua tetua padi yang berbeda secara genetik. Apabila tetua-tetua diseleksi secara tepat maka hibrida turunannya akan memiliki vigor dan daya hasil yang lebih tinggi dari kedua tetua tersebut.

Sehingga cocok ditanaman di negara tropis seperti Indonesia dan hasil panennya juga lebih banyak dibandingkan dengan jenis padi unggul lain, serta bisa hidup di semua lahan, baik kering maupun basah. Termasuk kompetitif terhadap hama.

"Karena itu kami terus melakukan inovasi teknogi untuk pengembagan padi hibrida ini," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Muhammad Syakir saat International Hybrid Rice Symposium 2018 di Hotel Alana, Sleman, Yogyakarta, Selasa (27/2/2018).

Menurut Syakir, pengembangan ini penting, sebab nantinya bukan hanya mendapatkan inovasi bibit padi hibrida yang cocok untuk semua agrosistem di Indonesia, juga dapat meningkatkan produktifitas dan ramah lingkungan.

Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki kelembaban dan suhu tinggi sehingga rentan terhadap hama biotik. "Simposium ini digelar untuk merumuskan solusi terhadap tantangan adopsi padi hibrida di Asia Tenggara di tengah ancaman perubahan iklim global," paparnya.

Simposium juga diharapkan menjadi peluang untuk mengedukasi publik mengenai prospek investasi teknologi padi hibrida, mengingat visi pemerintah untuk meningkatkan produksi padi dalam negeri. Jenis padi hibrida sendiri sudah ada 19 jenis, yaitu IPA1-IPA19 dan semuanya sudah berlisensi.

Untuk penyebaran secara masif sudah ada delapan lisensor, baik BUMN maupun BUMS. Tahun 2018 ini diperkirakan akan menambah lagi 2-3 lisensor. "Kami juga sudah bekerja sama dengan 50 perguruan tinggi untukpenelitian varietas unggul. Sebab selain padi, juga meneliti tanaman penghasil karbo lainnya, seperti jagung dan kedelai," terangnya.

Kepala Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta, Sasongko menjelaskan varietas padi hibrida sudah diterapkan di Yogyakarta, baik di daerah basah (irigasi air) maupun daerah kering. Seperti di Gunungkidul.

Di Yogyakarta sendiri, padi ini juga sudah dapat diterima. Apalagi selain enak rasanya, produktivitasnya juga tinggi. "Hal tersebut terbukti dari hasil panen padi hibrida di Gunungkidul,kemarin mampu mencapai 10 ton per hektare," jelasnya.

Kegiatan IHRS 2018 sendiri akan berlangsung selama tiga hari, yaitu mulai 27 Februari hingga 1 Maret. Selain diisi dengan diskusi juga akan ada peninjauan lapangan. Yaitu di Desa Megoluwih, Seyegan, Sleman.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Modernisasi Pertanian...
Modernisasi Pertanian dan Konservasi Air, Kementan Gelar Pelatihan di Yogyakarta
Peran Petani Milenial...
Peran Petani Milenial Dongkrak Perekonomian
Momentum Kebangkitan...
Momentum Kebangkitan Ekonomi dari Ekspor Komoditas Pertanian
Bioteknologi Dunia Pangan...
Bioteknologi Dunia Pangan Jadi Solusi Pertanian Indonesia
Pertanian Jadi Penyelamat...
Pertanian Jadi Penyelamat Ekonomi RI, Penyumbang Terbesar ke APBN
Penguatan Pertanian...
Penguatan Pertanian sebagai Bantalan Ekonomi
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
38 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
57 menit yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
1 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved