BPS Waspadai Pelemahan Rupiah Berpeluang Dongkrak Inflasi

Kamis, 01 Maret 2018 - 16:02 WIB
BPS Waspadai Pelemahan...
BPS Waspadai Pelemahan Rupiah Berpeluang Dongkrak Inflasi
A A A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) yang mengalami pelemahan beberapa waktu belakangan ini, berpotensi mendongkrak inflasi ke angka yang lebih tinggi. Nilai tukar mata uang Garuda pada hari ini bahkan sempat tembus Rp13.800 per USD.

(Baca Juga: Potensi Kerek Inflasi, Harga Pertamax Cs Diminta Tak Naik )

Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti menuturkan, pelemahan yang terjadi terhadap rupiah akan menekan laju impor. Sementara sebagian besar bahan makanan Indonesia seperti kedelai, gandum, dan jagung masih bersumber dari impor. Jika rupiah terus melemah, katanya, maka harga bahan makanan tersebut akan naik dan pada akhirnya berdampak terhadap kenaikan inflasi.

"Barang impor kalau di inflasi itu kan kedelai, gandum, jagung, kita masih impor. Jagung kaitannya ke pakan ternak, kedelai ke tahu, tempe, gandum ke terigu, mie, roti, itu perlu diwaspadai. Dengan kenaikan kurs, bahan baku impor bisa berdampak ke produk lanjutannya, bisa memicu inflasi," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Sayangnya, hingga saat ini pihaknya masih belum dapat memprediksi seberapa besar pelemahan rupiah tersebut akan berdampak pada angka inflasi bulan ini. "Kalau itu (besaran pengaruh pelemahan rupiah ke inflasi), kami belum bisa hitung," imbuh dia.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan siang hari ini, Kamis (1/3/2018) masih tak berdaya, meski cenderung mencoba untuk merangkak naik.

Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg, hingga Sesi I berada pada level Rp13.782/USD atau tetap tertekan dibandingkan dari posisi sebelumnya pada level Rp13.751/USD. Siang ini tercatat rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.760-Rp13.817/USD.

Sementara berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah siang ini tertahan pada level Rp13.793/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tenggelam cukup dalam dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp13.707/USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Usai Deflasi Beruntun,...
Usai Deflasi Beruntun, Bulan Oktober 2020 Kembali Inflasi 0,07%
Inflasi September 2025...
Inflasi September 2025 Capai 0,21%, Berikut Komoditas Pendorongnya
BPS Catat Inflasi 0,28...
BPS Catat Inflasi 0,28 Persen pada November 2020
BPS: Deflasi Juni Cetak...
BPS: Deflasi Juni Cetak Rekor Tertinggi Perdana di 2021
Deflasi Kembali Terjadi...
Deflasi Kembali Terjadi di Agustus 2020, BPS Catat Sebesar 0,05%
Berita Terkini
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
33 menit yang lalu
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
53 menit yang lalu
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
1 jam yang lalu
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
1 jam yang lalu
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
1 jam yang lalu
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
2 jam yang lalu
Infografis
Putusan MK Buka Berpeluang...
Putusan MK Buka Berpeluang PDIP Usung Anies di Pilgub Jakarta 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved