Menko Darmin: Pelemahan Rupiah Belum Mengkhawatirkan

Jum'at, 02 Maret 2018 - 15:58 WIB
Menko Darmin: Pelemahan...
Menko Darmin: Pelemahan Rupiah Belum Mengkhawatirkan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelemahan rupiah yang terjadi belum mengkhawatirkan. Seperti diketahui, mayoritas mata uang dunia termasuk rupiah masih mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Hal tersebut seiring dengan menguatnya sentimen terhadap dolar AS menyusul peluang kenaikan bunga dana atau Fed Fund Rate lebih cepat dari ekspektasi.

"Kurs itu kalau situasi normal normal saja, mestinya tidak ada masalah karena ekonomi kita berjalan baik. Pertumbuhannya walaupun tidak tinggi benar tapi di atas 5%. Inflasinya walaupun ada gejolak harga pangan tapi masih terkendali. Kemudian perdagangannya nerara perdagangan masih surplus. Jadi secara orang bilang fundamental ekonomi kita melihat engga ada persoalan," ujarnya di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Menurut Darmin, pelemahan rupiah karena dipicu pidato Powell bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga AS empat kali tahun ini. "Powell ngomong begitu mau menaikkan 4 kali belum tentu sebenarnya tapi orang mulai pasang kuda-kuda. Mereka kan akan menaikkan tapi karena belum menaikkan ya Rupiah naik dulu dikit, tapi kan nanti akan tenang lagi. Kalau dinaikkan ya nanti ada riak-riak sedikit, bukan gejolak lah," ungkapnya.

Darmin melanjutkan, kurs akan mulai mengkhawatirkan jika Rupiah melemah dan IHSG ikut melemah. "Itu artinya orang menjual saham, jual obligasi pemerintah. Orang itu maksudnya yang punya duit di sini. Yang terjadi bukan itu, artinya mungkin ada yang sudah jual, yang beli ada dari dalam juga. Sehingga dampaknya, tidak membuat pelemahan yang berkelanjutan," tuturnya.

Sambung dia menuturkan, jika terjadi pelemahan rupiah dan IHSG turun, pemerintah masih punya pertahanan terakhir, yakni Bank Indonesia. "Kita masih punya Bank Indonesia. Kalau IHSG mulai turun terus, Bank Indonesia harus mulai mengambil langkah. Bank Indonesia boleh membeli obligasi pemerintah, tapi belum untuk saham swasta," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Jamin Keamanan Wilayah...
Jamin Keamanan Wilayah Pesisir Laut Arafura, Kemenko Marves Lakukan Ini
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved