Anjlok Tiga Bulan, Harga Kol di Simalungun Mulai Naik

Selasa, 06 Maret 2018 - 23:23 WIB
Anjlok Tiga Bulan, Harga...
Anjlok Tiga Bulan, Harga Kol di Simalungun Mulai Naik
A A A
SIMALUNGUN - Setelah sempat tiga bulan sejak Desember 2017 hingga Februari 2018, harga sayur kol anjlok di tingkat petani hingga mencapai harga terendah Rp500 per kilogram, sejak dua pekan lalu harganya di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara, sudah mulai membaik antara Rp1.000 hingga Rp1.100.

Sejumlah petani yang ditemui Koran SINDO, Selasa (6/3/2018) di sentra produksi kol di Kecamatan Silimakuta dan Dolog Masalag, Kabupaten Simalungun mengaku gembira dengan kondisi harga kol saat ini. Mereka berharap bisa bertahan hingga beberapa bulan atau masa panen kol selesai.

Menurut Rijan Irnando Purba, 43, salah seorang petani kol yang ditemui di Desa Dolog Huluan, mengatakan sejak tiga bulan terakhir, banyak petani mengalami kerugian karena harga kol anjlok.

Cerita Rijan, hal ini membuat banyak petani membiarkan tanaman kolnya busuk di ladang alias sengaja tidak memanennya. Karena harga penjualan tidak sesuai dengan biaya produksi yang dikeluarkan.

"Syukurlah sudah dua minggu ini, harga jual sayur kol di tingkat petani mengalami kenaikan menjadi Rp1.000 per kilogram. Harga itu sudah lumayan memberikan keuntungan bagi petani dibandingkan beberapa bulan lalu yang harganya sampai Rp500 per kilogram," sebut Rijan.

Saat ini, menurutnya para agen atau pengumpul kol sudah berdatangan ke ladang-ladang petani untuk membeli kol. Padahal beberapa bulan lalu, petani yang harus menjualnya ke agen atau langsung ke pasar.

Kegembiraan yang sama disampaikan Berkat Tarigan, petani kol di Desa Rakut Besi, Kecamatan Silimakuta, yang mengharapkan harga jual kol bisa tetap stabil selama beberapa bulan ini. Sehingga petani bisa menutupi kerugian yang dialaminya selama beberapa bulan lalu akibat anjloknya harga kol.

"Mudah-mudahan dengan kondisi harga sekarang ini, kerugian yang dialami petani saat harga kol anjlok bisa ditutupi. Selama beberapa bulan ini, semoga harganya tidak anjlok lagi hingga panen selesai," ujar Berkat.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Produksi Buah Nusantara...
Produksi Buah Nusantara Meningkat, Tapi Belum Mampu Penuhi Kebutuhan Dalam Negeri
Produk Pestisida dan...
Produk Pestisida dan Pupuk Ramah Lingkungan Disiapkan Nara Kupu Village
Ini 5 Manfaat Makan...
Ini 5 Manfaat Makan Banyak Buah dan Sayuran Berwarna Hijau
Mangga Food Estate Diyakini...
Mangga Food Estate Diyakini Mampu Bersaing di Pasar Timteng dan Eropa
Buavita Gelar Kampanye...
Buavita Gelar Kampanye AyoMinumBuah
Buah Asal RI Makin Diminati,...
Buah Asal RI Makin Diminati, Mentan Ungkap Ekspor Manggis Melejit
Berita Terkini
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
29 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
45 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
2 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved